Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Konflik Global Memanas, Perbanas Perketat Manajemen Risiko Perbankan

Hengky Ristanto • 2026-03-28 00:41:16
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional Hery Gunardi
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional Hery Gunardi

JAKARTA – Industri perbankan nasional memperketat prinsip kehati-hatian di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.

Eskalasi konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat dinilai berpotensi menekan stabilitas ekonomi, terutama melalui kenaikan harga energi.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional Hery Gunardi mengatakan, perbankan mulai memperkuat kerangka manajemen risiko untuk mengantisipasi dampak eksternal tersebut.

“Kami melihat risiko global meningkat, terutama dari volatilitas harga energi dan pasar keuangan,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi fundamental perbankan domestik masih terjaga.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang stabil, likuiditas memadai, serta permodalan yang kuat.

Menurutnya, penguatan dilakukan melalui berbagai langkah mitigasi.

Di antaranya stress test sektoral dan penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

Stress test difokuskan pada sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi, seperti transportasi, logistik, dan manufaktur.

Selain itu, perbankan juga memperketat penyaluran kredit melalui pendekatan risk-based pricing.

Serta menjaga likuiditas dengan optimalisasi rasio LCR dan NSFR.

Pengelolaan risiko nilai tukar turut diperkuat melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi devisa neto.

“Langkah ini penting agar fungsi intermediasi tetap berjalan tanpa mengabaikan stabilitas,” jelasnya.

Dengan penguatan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#risiko global #manajemen risiko bank #perbankan indonesia #ekonomi Indonesia #Hery Gunardi #perbanas #konflik Iran Israel