Jawa Pos Radar Madiun – Tren makanan praktis mendorong pelaku UMKM terus berinovasi.
Salah satunya Bakpao Gandum RoyalKueID asal Jakarta Utara yang kini berkembang pesat.
Co-founder RoyalKueID Yusnianti mengatakan, usaha tersebut bermula dari produksi rumahan untuk konsumsi pribadi.
“Awalnya hanya untuk konsumsi sendiri, lalu ditawarkan ke kerabat. Responsnya baik hingga akhirnya membuka outlet pertama pada akhir 2024,” ujarnya.
Produk bakpao berbahan gandum ini menjadi alternatif sarapan dan camilan keluarga.
Selain praktis, produk juga disesuaikan dengan selera pasar, terutama anak-anak.
Seiring perkembangan, pemasaran dilakukan melalui berbagai kanal.
Mulai gerai offline, reseller, marketplace, hingga social commerce dan B2B.
Jangkauan pasar pun semakin luas hingga antar kota dan antar pulau.
Dalam operasionalnya, pelaku usaha memanfaatkan layanan digital untuk mendukung transaksi.
Salah satunya melalui sistem pembayaran QRIS.
Selain itu, pelaku usaha juga memanfaatkan platform LinkUMKM untuk meningkatkan kapasitas bisnis.
“Dari pelatihan itu kami bisa belajar mengembangkan usaha dan memperluas pasar,” jelasnya.
Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia (BRI) Dhanny menyebut, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam strategi ekonomi kerakyatan.
“BRI tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga mendukung pengembangan kapasitas melalui digitalisasi dan pendampingan,” ujarnya.
Hingga akhir 2025, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM di Indonesia. (*)
Editor : Hengky Ristanto