PARIGI MOUTONG – Desa Sausu Tambu membuktikan potensi desa pesisir mampu berkembang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui program Desa BRILiaN dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, desa ini terus berbenah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan usaha produktif.
Desa yang berada di Sulawesi Tengah itu memiliki luas sekitar 1.380 hektare dengan karakter masyarakat yang beragam. Budaya Kaili dan Hindu hidup berdampingan secara harmonis.
Mayoritas warga menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pertanian. Mulai dari padi, kelapa, hingga kakao.
Baca Juga: Kinerja Moncer, BRI Sabet 3 Penghargaan Dealer Utama Terbaik dari Kemenkeu
Di sisi lain, potensi wisata Karosondaya menjadi daya tarik utama.
Pengelolaan potensi tersebut mengantarkan Sausu Tambu masuk peringkat 9 dari 15 desa wisata terbaik nasional.
Penguatan ekonomi desa ditopang peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Melalui BUMDes Karosondaya, berbagai unit usaha dikembangkan.
Mulai layanan BRILink, wisata jembatan trekking, dermaga wisata, hingga pengembangan kawasan Tanjung.
Baca Juga: BRI Ingatkan Bahaya Phishing, 477 Ribu Kasus Penipuan Tercatat
Pengelolaan pariwisata dilakukan secara kolaboratif.
Melibatkan Pokdarwis, Pokmaswas, hingga Kelompok Tani Hutan (KTH).
Sinergi ini memastikan manfaat ekonomi dirasakan lebih merata.
Termasuk bagi nelayan yang mendapat tambahan penghasilan.
Selain wisata, sektor kakao menjadi tulang punggung ekonomi warga.
Hampir seluruh masyarakat terlibat dalam budidaya.
Baca Juga: KUR BRI Capai Rp 31,42 Triliun, 643 Ribu UMKM Terbantu
Sementara sektor perikanan menghasilkan tangkapan utama seperti ikan tongkol dan lajang.
Komoditas kelapa juga berkembang, dari kopra hingga menjangkau pasar luar daerah.
Akses layanan keuangan menjadi faktor penting dalam pengembangan desa.
BRI hadir melalui AgenBRILink, aplikasi BRImo, hingga pembiayaan usaha.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmen perusahaan.
’’Melalui program Desa BRILiaN, BRI mendorong penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal,’’ jelasnya.
Baca Juga: Desa Pajambon Masuk 15 Besar BRILiaN, Ekonomi Tumbuh Pesat
Program Desa BRILiaN kini telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia.
Program tersebut terus diperluas untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan sinergi potensi lokal dan dukungan berkelanjutan, Desa Sausu Tambu berkembang menjadi desa pesisir yang adaptif dan produktif.
Transformasi ini menjadi contoh nyata penguatan ekonomi desa berbasis kolaborasi. (her)
Editor : Hengky Ristanto