Limbah Ternak Disulap Jadi Cuan, UMKM Naik Kelas

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 18:42 WIB
Pelaku UMKM mengolah limbah ternak menjadi pupuk dan biogas sebagai sumber penghasilan baru.
Pelaku UMKM mengolah limbah ternak menjadi pupuk dan biogas sebagai sumber penghasilan baru.

BANDUNG BARAT – Limbah ternak yang semula mencemari lingkungan kini disulap menjadi sumber penghidupan.

Inovasi tersebut dilakukan pelaku usaha ultra mikro melalui program pemberdayaan.

Salah satunya dilakukan Onih Suryati, nasabah PNM Mekaar.

Sejak 2022, ia mengembangkan budidaya cacing dan pupuk kascing berbasis limbah ternak.

’’Awalnya kotoran sapi jadi limbah. Setelah pelatihan, dimanfaatkan jadi pakan cacing dan pupuk,’’ ujarnya.

Usaha tersebut berkembang menjadi sistem terintegrasi.

Limbah ternak diolah menjadi biogas, pakan cacing, hingga pupuk organik.

Selain mengurangi limbah, usaha itu meningkatkan ekonomi keluarga.

’’Sekarang tidak perlu beli LPG. Hasil usaha juga membantu kebutuhan sehari-hari,’’ katanya.

Onih juga menjadi agen BRILink.

Ia melayani transaksi keuangan masyarakat sekitar.

Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia, Dhanny, menyebut keberhasilan itu didukung sinergi Holding Ultra Mikro.

Melibatkan BRI, Permodalan Nasional Madani, dan Pegadaian.

’’Pendampingan dan akses keuangan menjadi kunci pengembangan usaha,’’ ujarnya.

Program PNM Mekaar menyasar perempuan prasejahtera yang belum terjangkau layanan keuangan formal.

Melalui pembiayaan tanpa agunan dan pendampingan usaha, kapasitas pelaku usaha meningkat.

Sepanjang 2025, tercatat 1,4 juta debitur PNM naik kelas. (her)

Editor : Hengky Ristanto
pn mekaar kascing umkm limbah bra