Jawa Pos Radar Madiun - Dampak berantainya konflik Timur Tengah mulai mencekik pelaku usaha kecil.
Pedagang plastik di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mengeluhkan rentetan lonjakan harga jual yang telah terjadi hingga 10 kali berturut-turut sejak bulan Ramadan.
Baca Juga: Cegah Narkoba Masuk Desa, Mendes Dukung BNN Larang Peredaran Vape
Midi (38), salah seorang pedagang, mengaku pusing dengan tren kenaikan ekstrem yang mencapai rata-rata 45 persen dari harga normal.
Kondisi ini diduga kuat sebagai imbas langsung dari meroketnya harga bahan baku plastik di pasar global.
"Dari bulan puasa sampai sekarang sudah 10 kali update harga secara bertahap. Contohnya, kantong kresek putih isi 500 gram yang awalnya Rp 18 ribu sekarang jadi Rp 25 ribu. Plastik es atau minyak dari Rp 10 ribu, kini terpaksa dijual Rp 15 ribu," ungkap Midi, Kamis (9/4).
Baca Juga: Polemik Motor Listrik SPPG, DPR Segera Panggil BGN Usai Kemenkeu Mengaku Pernah Menolak
Kenaikan harga yang tak terbendung ini secara otomatis memukul omzet harian para pedagang.
Para pembeli atau pelanggan tetap terpaksa memutar otak dan memangkas kuantitas belanjaan mereka demi menyesuaikan anggaran operasional usaha yang kian menipis. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura