Jawa Pos Radar Madiun - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat pada perdagangan Rabu (15/4) pagi. Mata uang Garuda terapresiasi 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.123 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.127 per dolar AS.
Penguatan tipis ini dipicu oleh optimisme pelaku pasar terhadap rencana kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan geopolitik dan menstabilkan harga komoditas global.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa penguatan rupiah hari ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak dunia dan pelemahan indeks dolar AS seiring munculnya harapan ruang negosiasi.
Berdasarkan laporan Sputnik, Wakil Presiden AS JD Vance diprediksi akan kembali memimpin delegasi dalam perundingan putaran kedua dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump bahkan menyebutkan bahwa negosiasi yang bertujuan mengakhiri konflik AS-Israel terhadap Iran tersebut kemungkinan besar akan berlangsung dalam dua hari ke depan di Pakistan.
"Negosiasi kedua belum tentu menjamin titik kesepakatan, namun harapan harga minyak turun masih akan tetap terjaga," ujar Rully.
Sebelumnya, pembicaraan di Islamabad pada akhir pekan lalu belum membuahkan kesepakatan permanen, namun upaya diplomasi terus diakselerasi.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, Kilang Pertamina Siap Olah Minyak Mentah Asal Rusia
Sentimen Domestik: Lelang Obligasi Banjir Peminat
Dari dalam negeri, kabar positif datang dari pasar surat utang. Permintaan lelang obligasi pemerintah tercatat mengalami kenaikan signifikan, yang memberikan harapan akan penurunan beban pembiayaan utang negara.
Poin Utama Lelang Obligasi Pemerintah:
-
Kenaikan Permintaan: Permintaan lelang melonjak 34 persen, terutama disumbang oleh investor pada tenor menengah yang mencapai angka Rp42 triliun.
-
Penurunan Yield: Lonjakan minat ini berhasil mendorong imbal hasil (yield) turun sekitar 20 hingga 30 basis points (bps).
-
Beban APBN: Meski yield melandai, Rully mencatat bahwa beban pembayaran bunga utang masih tetap tinggi terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Rully memprediksi rupiah akan bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di kisaran Rp17.070 hingga Rp17.120 per dolar AS sepanjang hari ini. Fokus investor akan tertuju pada perkembangan di Timur Tengah serta rilis data ekonomi domestik yang dapat mempengaruhi kepercayaan pasar terhadap aset berisiko. (naz)
Editor : Mizan Ahsani