JAKARTA – Lahan terbengkalai di tengah kota kini menjelma menjadi sumber ekonomi baru.
Di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, lahan kosong seluas 1.500 meter persegi disulap menjadi area urban farming produktif oleh Kelompok Tani (KWT) Buaran Citra Lestari.
Berbasis sistem hidroponik, kawasan tersebut kini menghasilkan berbagai komoditas pertanian dan perikanan yang memberi nilai tambah bagi warga sekitar.
Ketua KWT Buaran Citra Lestari Lydwina mengatakan, pengembangan dimulai sejak 2021 dengan memanfaatkan lahan tidak terpakai.
“Awalnya kami manfaatkan lahan kosong, kemudian berkembang bertahap,” ujarnya.
Seiring waktu, kelompok tersebut mampu membudidayakan beragam tanaman seperti bayam, pakcoy, kangkung, tomat, hingga cabai.
Tidak hanya itu, sektor perikanan juga dikembangkan dengan budidaya ikan lele dan nila.
Hasil panen bahkan diolah menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti teh bunga telang.
Seluruh hasil produksi dipasarkan ke masyarakat sekitar. Keuntungan yang diperoleh kemudian diputar kembali untuk mendukung operasional kelompok.
Pengembangan urban farming ini semakin pesat setelah mendapat dukungan program BRInita dari Bank Rakyat Indonesia melalui program CSR BRI Peduli.
Pada 2025, kelompok menerima bantuan greenhouse serta pelatihan pengelolaan pertanian urban.
“Tahun ini kami juga mendapat pelatihan lanjutan dan bantuan sarana,” imbuhnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan, program BRInita menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan di sektor pertanian perkotaan.
“Program ini mendorong perempuan berperan lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 2022, program tersebut telah menjangkau 40 kelompok di berbagai wilayah dengan melibatkan lebih dari 1.300 peserta.
Selain memberi dampak ekonomi, program ini juga berkontribusi pada lingkungan melalui produksi tanaman, penggunaan pupuk organik, serta pengurangan emisi.
Bagi para anggota KWT, urban farming tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga sarana aktivitas produktif yang menyehatkan.
“Selain bermanfaat, kami juga lebih sehat dan produktif,” pungkasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto