Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Triwulan I 2026 Positif, Ini Sektor Penopangnya

Dony Christiandi • Jumat, 17 April 2026 | 13:02 WIB
Suasana Pahlawan Street Center (PSC) Madiun dipadati pengunjung saat libur Lebaran, dengan kunjungan tembus belasan ribu orang per hari. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
Suasana Pahlawan Street Center (PSC) Madiun dipadati pengunjung saat libur Lebaran, dengan kunjungan tembus belasan ribu orang per hari. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja dunia usaha tetap terjaga pada triwulan I 2026.

Meski melambat tipis, aktivitas bisnis masih menunjukkan tren positif di tengah momentum hari besar keagamaan dan musim panen.

Hal itu tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen.

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibanding triwulan IV 2025 yang mencapai 10,61 persen.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengatakan, mayoritas lapangan usaha masih mencatatkan kinerja positif.

“Hal itu bersumber dari LU jasa keuangan, LU pertanian, kehutanan, dan perikanan, LU industri pengolahan, serta LU perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat.

Baca Juga: Redmi K Pad 2 Segera Rilis, Tablet Gaming Buas dengan Chipset Dimensity 9500 dan Audio Bose

Menurut dia, kinerja dunia usaha pada awal 2026 turut terdorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Momentum tersebut meliputi Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Ramadan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Selain itu, faktor musim panen komoditas pertanian juga ikut mengerek aktivitas ekonomi.

Dari sisi produksi, kapasitas terpakai tercatat meningkat menjadi 73,33 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di level 73,15 persen.

Kenaikan tersebut terutama ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta industri pengolahan yang mengalami peningkatan aktivitas.

Di sisi lain, kondisi keuangan dunia usaha dinilai tetap solid. Likuiditas dan rentabilitas berada dalam kondisi baik, disertai akses kredit yang relatif lebih mudah.

Untuk periode berikutnya, pelaku usaha memprakirakan aktivitas ekonomi akan semakin meningkat pada triwulan II 2026. Hal ini tercermin dari proyeksi SBT sebesar 14,80 persen.

Peningkatan tersebut diperkirakan didorong oleh berlanjutnya musim panen di sektor pertanian. Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian diprediksi tumbuh seiring menurunnya curah hujan.

Sektor konstruksi juga diproyeksikan menguat, sejalan dengan dimulainya berbagai proyek pembangunan. (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bank Indonesia #2026 #usaha #bisnis #survei