JAKARTA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperkuat komitmen terhadap keuangan berkelanjutan dengan mengintegrasikan prinsip sosial dan lingkungan ke dalam strategi bisnis dan operasional.
Langkah tersebut ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.
BRI memastikan keberlanjutan menjadi bagian dari arah pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, perseroan konsisten menjalankan berbagai inisiatif berkelanjutan sesuai Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03/2017.
“Ini bagian dari upaya menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi, BRI telah menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) 2026–2030 serta mempublikasikan laporan keberlanjutan 2025.
Hingga 2025, pembiayaan ke Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) mencapai Rp93,2 triliun atau setara 6,94 persen dari total portofolio.
Sementara itu, pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) menembus Rp718,7 triliun atau 53,5 persen dari total pembiayaan.
BRI juga menerbitkan social bond senilai Rp5 triliun guna mendukung sektor-sektor yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Penguatan aspek manajemen risiko dilakukan melalui penerapan Climate Risk Stress Testing (CRST), mengacu pada panduan Otoritas Jasa Keuangan.
Di sisi lain, BRI terus memperluas inklusi keuangan. Hingga akhir 2025, perseroan telah menjangkau 140,5 juta nasabah.
Ekosistem digital dan jaringan layanan turut menopang capaian tersebut, dengan 45,93 juta pengguna aplikasi BRImo, 1,19 juta Agen BRILink, serta 5.245 Desa BRILiaN.
Implementasi keberlanjutan juga diperkuat melalui adopsi standar global, termasuk IFRS Sustainability Disclosure Standards.
Atas berbagai upaya tersebut, BRI meraih sejumlah pengakuan internasional, antara lain peringkat A dari MSCI ESG Rating serta kategori low risk dari Sustainalytics.
“Kami akan terus mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan,” tegas Akhmad. (her)
Editor : Hengky Ristanto