Jawa Pos Radar Madiun – Usaha ayam potong milik Siti Cholifah berkembang pesat.
Dari lapak sederhana di Pasar Setonobetek, Kediri, kini omzetnya menembus ratusan juta rupiah per bulan.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Kelik itu mulai merintis usaha sejak 2007.
Namun, bisnisnya sempat terhenti saat renovasi pasar pada 2017. Ia kemudian bangkit dengan beralih ke usaha ayam potong pada 2019.
“Yang penting ada kemauan pasti ada jalan,” ujarnya.
Untuk mengembangkan usaha, Mbak Kelik memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia.
Pinjaman awal sebesar Rp15 juta kini meningkat hingga Rp100 juta. “Sekarang usaha sudah berkembang,” katanya.
Pelanggan tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga kafe, hotel, hingga restoran.
Dalam sehari, penjualan mencapai 3 kuintal ayam, bahkan bisa menembus 5 kuintal saat permintaan tinggi.
Dengan harga sekitar Rp35 ribu per kilogram, omzet harian berkisar Rp10,5 juta hingga Rp17,5 juta.
Dalam sebulan, pendapatan bisa mencapai Rp315 juta hingga Rp525 juta.
Kepala BRI Unit Pasar Pahing Kediri Ayu Reza mengatakan, mayoritas pedagang pasar telah memanfaatkan KUR.
Sekitar 90 persen di antaranya menjadi nasabah BRI. “Kami juga lakukan pendampingan dan edukasi,” ujarnya.
Selain pembiayaan, BRI juga mendorong digitalisasi pelaku usaha melalui penggunaan aplikasi BRImo dan sistem pembayaran QRIS.
Sementara itu, Branch Manager BRI BO Kediri Adi Nugroho menyebutkan, penyaluran KUR hingga Maret 2026 telah mencapai Rp343 miliar.
Sebanyak 65,06 persen di antaranya disalurkan ke sektor produksi, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Kami dorong UMKM tumbuh berkelanjutan,” tegasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto