Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan penolakan terhadap tawaran pinjaman darurat yang diajukan oleh IMF dan Bank Dunia bagi Indonesia.
Keputusan ini diambil karena evaluasi terhadap kondisi fiskal nasional menunjukkan bahwa cadangan kas negara masih dalam posisi yang sangat stabil.
Meski situasi global sedang dihantui ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah, kekuatan fiskal Indonesia dinilai mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah saat ini memiliki ketersediaan dana yang bahkan setara dengan pagu bantuan yang ditawarkan oleh kedua lembaga internasional tersebut.
Menkeu menjelaskan bahwa dana cadangan yang dimiliki negara saat ini mencapai hampir 25 miliar dolar AS atau setara dengan Rp428,77 triliun.
“Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar AS,” kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta.
Apresiasi tetap disampaikan kepada pihak asing, namun jaminan keamanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi alasan utama penolakan tersebut.
Baca Juga: Jika RI Ingin Jadi Negara Maju, Pertumbuhan Ekonomi Harus 6,7 Persen: Mustahil atau Realistis?
“Saya masih punya 25 miliar dolar AS juga, yang kami pegang untuk negara sendiri. Mereka (IMF dan Bank Dunia), 25 miliar dolar AS untuk beberapa negara. Jadi, kondisi keuangan kita masih aman,” klaimnya.
Kepercayaan diri pemerintah ini didukung oleh pengakuan IMF yang menyebut Indonesia sebagai titik cerah atau bright spot dalam peta perekonomian global.
Indonesia dinilai berhasil menjalankan kebijakan yang kredibel serta langkah-langkah strategis yang efektif dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah badai krisis.
Manuver strategi fiskal yang diubah sejak akhir tahun lalu terbukti memberikan daya tahan yang lebih baik, terutama saat menghadapi lonjakan harga minyak dunia.
Transformasi ini membuat Indonesia lebih responsif dan tangguh dalam meredam tekanan eksternal yang datang dari dinamika politik serta ekonomi internasional.
Menkeu optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap mampu mencapai target 5,4 hingga 6 persen pada tahun 2026 mendatang.
Keberanian menolak pinjaman ini menjadi sinyal kuat kepada pasar global bahwa Indonesia memiliki kemandirian finansial yang solid di tengah ketegangan dunia yang berlangsung. (naz)
Editor : Mizan Ahsani