Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BI-Rate April 2026 Diprediksi Tetap 4,75 Persen di Tengah Bayangan Risiko Inflasi

Dony Christiandi • Rabu, 22 April 2026 | 13:11 WIB
Ilustrasi kantor Bank Indonesia.
Ilustrasi kantor Bank Indonesia.

Jawa Pos Radar Madiun - Para ekonom memproyeksikan bahwa Bank Indonesia akan tetap mempertahankan level BI-Rate pada angka 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.

Keputusan ini dinilai sebagai langkah paling realistis di tengah tekanan eksternal yang belum mereda serta meningkatnya risiko kenaikan harga energi dunia.

Kenaikan biaya energi global memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi yang dapat mengganggu stabilitas moneter dalam negeri jika BI-Rate diturunkan terlalu cepat.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menegaskan bahwa peluang untuk pelonggaran kebijakan saat ini sudah tertutup. 

“Ruang cut rate sudah habis karena ekspektasi inflasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ketidakpastian arah kebijakan The Fed juga menjadi pertimbangan krusial bagi penentuan BI-Rate agar tetap sinkron dengan dinamika pasar keuangan internasional.

Baca Juga: PPN Jalan Tol Masuk Rencana Strategis DJP, Menkeu Sebut Bakal Tunggu Daya Beli Pulih

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menjelaskan bahwa kombinasi tekanan inflasi dan pelemahan pertumbuhan global menciptakan risiko stagflasi yang nyata.

“Kombinasi tekanan inflasi dan pelemahan pertumbuhan meningkatkan risiko stagflasi, membuat ruang kebijakan The Fed semakin sempit dan mendorong pendekatan wait-and-see,” jelas Riefky.

Sikap hati-hati sangat diperlukan karena pelonggaran moneter yang terlalu dini berisiko memicu arus keluar modal asing secara besar-besaran.

Oleh karena itu, prioritas utama Bank Indonesia saat ini adalah menjaga ketahanan eksternal sembari mencermati eskalasi konflik geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Bank Indonesia diprediksi akan terus berada dalam posisi siaga untuk memperketat kebijakan apabila tekanan harga kembali muncul ke permukaan.

Fokus pada stabilitas nilai tukar tetap menjadi jangkar utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap resilien di tengah badai global. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ekonomi #Inflasi #indonesia #bi rate