Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Didampingi BRI, UMKM Diopeni Malang Sukses Angkat Lurik Naik Kelas

Hengky Ristanto • Kamis, 23 April 2026 | 13:33 WIB
Produk fashion lurik modern Diopeni hasil pemberdayaan UMKM binaan BRI di Malang. FOTO: BRI
Produk fashion lurik modern Diopeni hasil pemberdayaan UMKM binaan BRI di Malang. FOTO: BRI

MALANG – Pemberdayaan UMKM oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan hasil.

Brand lokal Diopeni atau Dondomane Handmade sukses mengangkat tenun lurik menjadi produk fashion modern bernilai tinggi.

Usaha yang digawangi Peni Budi Astuti tersebut berkembang pesat setelah mendapat pendampingan dari Rumah BUMN BRI Malang.

Tak hanya fokus bisnis, Diopeni juga membawa misi sosial dengan memberdayakan perempuan, khususnya lansia dan ibu tunggal.

Berawal dari hobi menjahit pada 2016, Peni melihat potensi kain lurik yang selama ini dipandang sebelah mata.

Ia kemudian mengembangkan produk dengan desain kontemporer yang lebih diminati pasar.

Kini, Diopeni telah berbadan hukum koperasi dengan sembilan pekerja.

Mayoritas merupakan perempuan usia 50–60 tahun dan orang tua tunggal yang diberdayakan untuk tetap produktif dari rumah.

“Perempuan harus punya kegiatan produktif agar bisa membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Produk yang dihasilkan cukup beragam. Mulai daster tunik, kemeja, outer, gamis, hingga blazer dan baju koko. Setiap produk dibuat eksklusif dengan motif berbeda.

Selain itu, konsep ramah lingkungan juga diterapkan. Limbah kain diolah menjadi produk kriya seperti tas, sandal, hingga aksesoris.

Usaha tersebut bahkan merambah sektor kuliner melalui unit “Dapur Bunda Peni”.

Perkembangan bisnis Diopeni tidak lepas dari peran BRI. Sejak 2017, pelaku usaha aktif mengikuti pembinaan di Rumah BUMN BRI Malang.

Mulai pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pendampingan legalitas.

“Pelatihannya lengkap, dari keuangan sampai pemasaran. Bahkan dibantu urus halal dan HAKI,” ungkapnya.

Dukungan permodalan melalui KUR BRI turut mempercepat ekspansi usaha, termasuk pembangunan mini galeri di rumah.

Meski berada di dalam gang, galeri tersebut justru menarik minat konsumen.

“Pernah ada rombongan datang naik tiga mobil,” kenangnya.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan, Rumah BUMN menjadi wadah kolaborasi UMKM untuk naik kelas.

Hingga kini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan.

“UMKM didorong meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#diopeni malang #lurik modern #rumah BUMN #UMKM BRI #pemberdayaan perempuan