BELU – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat layanan keuangan di wilayah perbatasan dengan meresmikan unit kerja money changer di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Rabu (15/4).
Direktur Treasury & International Banking Farida Thamrin menyebut, layanan tersebut hadir untuk mendukung transaksi lintas negara secara resmi sekaligus menjaga peredaran rupiah.
“Transaksi valuta asing kini bisa dilakukan secara aman dan terintegrasi dengan sistem perbankan,” ujarnya.
PLBN Motaain yang berada di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, dinilai memiliki peran strategis sebagai simpul aktivitas lintas batas.
Mobilitas masyarakat yang tinggi menjadikan kebutuhan valuta asing sebagai bagian dari aktivitas harian.
Menurut Farida, kehadiran layanan ini juga diharapkan mampu memperlancar transaksi ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.
Secara nasional, Bank Rakyat Indonesia mencatat volume transaksi money changer meningkat 39,7 persen sepanjang 2025 secara tahunan.
Selain di Motaain, layanan serupa juga telah tersedia di sejumlah PLBN lain, seperti Badau di Kalimantan.
PLBN Motaain sendiri berfungsi sebagai pusat layanan lintas batas yang mencakup keimigrasian, kepabeanan, karantina, hingga keamanan.
Keberadaannya menjadi penopang utama aktivitas perdagangan dan mobilitas antarnegara.
Peresmian layanan turut dihadiri perwakilan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), TNI-Polri, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat.
BRI juga mengintegrasikan layanan money changer dengan ekosistem keuangan lain, mulai dari pembiayaan hingga pemberdayaan UMKM.
“Kami akan terus memperluas layanan ke wilayah perbatasan,” pungkasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto