Beberapa sektor utama menunjukkan performa yang sangat kompetitif sebagai penerima modal asing terbesar.
Sektor-sektor ini menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan energi masa depan dan perkembangan infrastruktur kawasan industri modern di tanah air.
Sektor industri logam dasar menjadi primadona dengan nilai mencapai USD 3,7 miliar (24,5 persen dari total PMA).
Kemudian disusul sektor pertambangan sebesar USD 1,1 miliar untuk eksplorasi nikel dan lithium.
Baca Juga: Daftar Negara Investor Terbesar di Indonesia Kuartal I 2026: Paling Atas Tetangga Sendiri
Daftar 3 Besar Provinsi Tujuan Modal Asing
-
Provinsi Jawa Barat: Destinasi utama dengan nilai investasi mencapai USD 3,1 miliar.
-
Provinsi DKI Jakarta: Pusat bisnis dan layanan keuangan yang menyerap USD 1,9 miliar.
-
Provinsi Sulawesi Tengah: Wilayah berkembang yang mencatatkan investasi sebesar USD 1,8 miliar
Selain Jawa Barat dan Jakarta, munculnya wilayah seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara (USD 1,3 miliar) dalam jajaran atas menunjukkan sebaran investasi yang mulai merata ke luar Pulau Jawa.
Potensi mineral strategis di wilayah Timur Indonesia menjadi daya tarik magnetis bagi investor global yang fokus pada pengembangan baterai kendaraan listrik.
Kenaikan ini tetap harus dibarengi dengan kewaspadaan terhadap tantangan global seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan ketidakpastian geopolitik.
Namun, pemerintah optimistis bahwa dengan infrastruktur yang terus berkembang, Indonesia akan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang menarik bagi investor di masa depan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani