Harga Properti Terlampau Mahal, Membeli Rumah Bukan Lagi Indikator Kesuksesan Menurut Gen Z dan Milenial

Suci Oktavia • Dipublikasikan Jumat, 24 April 2026 | 13:02 WIB
Ilustrasi investasi properti rumah atau tanah.
Ilustrasi investasi properti rumah atau tanah.

Jawa Pos Radar Madiun - Generasi Z dan milenial di Jakarta yang kini populer disebut sebagai Zillennial menghadapi tantangan besar dalam kepemilikan hunian di ibu kota.

CEO PT Leads Property Services Indonesia Hendra Hartono menjelaskan bahwa memiliki rumah kini tidak lagi dianggap sebagai indikator kesuksesan tunggal.

"Membeli rumah itu tidak lagi dianggap sebagai investasi. Memiliki rumah juga tidak lagi dianggap sebagai indikator sukses. Kalau mau tinggal di Jakarta ya sewa, itu pilihan mereka sekarang," kata Hendra.

Hendra menyebut kenaikan harga properti yang melampaui pertumbuhan pendapatan membuat generasi muda harus menyeimbangkan prioritas antara aset dan kualitas hidup.

Baca Juga: Jangan Masuk Kulkas! Ini Daftar Makanan Segar yang Justru Cepat Busuk di Suhu Dingin

Kondisi ini diperparah dengan kebijakan perbankan yang memperbolehkan cicilan KPR hingga 50 persen dari penghasilan bulanan.

"Mereka harus membagi prioritas antara kualitas hidup dan memiliki aset," ujar Hendra.

CMO sekaligus Direktur Arsitektur Masgroup M. Adhiguna Sosiawan menambahkan bahwa Zillennial kini lahir di era layanan berlangganan yang mengubah cara hidup mereka.

"Mereka lahir di zaman di mana kalau mau nonton lagu tinggal Spotify, nonton film tinggal Netflix. Kebiasaan menyewa itu sudah menjadi bagian dari cara hidup mereka," kata Adhiguna. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
Gen 1 rumah investasi properti milenial investasi