Jawa Pos Radar Madiun - Selain faktor permintaan institusional dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat turut memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan pasar aset digital.
Vice President INDODAX Antony Kusuma menilai penegasan independensi bank sentral mencerminkan komitmen The Fed dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Namun di sisi lain ketidakpastian arah suku bunga di tengah kondisi inflasi yang belum stabil membuat pelaku pasar cenderung bersikap lebih hati-hati.
Selain faktor makro ekonomi pergerakan harga Bitcoin belakangan ini juga sangat dipengaruhi oleh aktivitas teknikal di pasar derivatif.
Baca Juga: Bitcoin Melejit Lagi, Harga BTC Dekati 79.500 Dolar AS di Tengah Konflik AS dan Iran
Antony menjelaskan bahwa banyak posisi jual atau short yang terpaksa ditutup saat harga mulai naik sehingga memicu terjadinya fenomena short squeeze.
"Hal itu meningkatkan permintaan dalam waktu singkat dan mempercepat penguatan harga dalam jangka pendek," jelas Antony.
Kombinasi antara dinamika geopolitik dan kondisi teknikal di pasar derivatif menunjukkan bahwa struktur pasar kripto saat ini semakin kompleks.
Meskipun prospek jangka panjang terlihat positif Antony tetap mengingatkan investor untuk selalu mengedepankan manajemen risiko dan riset mandiri sebelum berinvestasi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani