Jawa Pos Radar Madiun - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Jumat sore ditutup melemah tajam akibat terbebani oleh kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
IHSG merosot sebanyak 249,12 poin atau sebesar 3,38 persen ke posisi 7.129,49 sementara indeks saham unggulan LQ45 juga ikut turun 3,51 persen.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut kenaikan harga minyak menjadi penekan utama sentimen pasar.
Mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran serta berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz membuat harga energi tetap tinggi di pasar mancanegara.
Baca Juga: Benarkah Anak Cacar Dilarang Mandi? Dokter Spesialis Kulit Ungkap Fakta SebenarnyaBaca Juga: Benarkah Anak Cacar Dilarang Mandi? Dokter Spesialis Kulit Ungkap Fakta Sebenarnya
Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global di masa depan.
Seluruh atau sebelas sektor saham di Bursa Efek Indonesia melemah dengan penurunan terdalam pada sektor barang konsumen non primer sebesar 4,14 persen.
Sektor infrastruktur dan energi juga mengalami tekanan berat masing-masing sebesar 4,03 persen dan 3,82 persen hingga akhir penutupan perdagangan.
Frekuensi perdagangan tercatat sangat tinggi mencapai lebih dari dua juta kali transaksi dengan nilai perdagangan menembus angka Rp24,34 triliun. (naz)
Editor : Mizan Ahsani