Jawa Pos Radar Madiun - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Senin (27/4) pagi di zona hijau dengan penguatan 29,02 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.158,51.
Meski dibuka bergairah, para analis mengingatkan bahwa pergerakan indeks dalam jangka pendek masih dibayangi ketidakpastian.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menilai pergerakan IHSG saat ini cenderung mixed dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah.
Hal ini dipicu oleh dominasi aksi risk-off global dan pelemahan rupiah yang memicu keluarnya modal asing (capital outflow).
Baca Juga: Xiaomi Buka Pusat Riset Mobil Listrik di Jerman, Bajak Insinyur BMW dan Lamborghini
Secara teknikal, IHSG saat ini berada di area jenuh jual (oversold).
"Kondisi ini membuka peluang technical rebound jangka pendek, meski ruang penguatannya sangat terbatas," ujar Brigita dalam analisanya di Jakarta, Senin.
Fokus pasar kini tertuju pada pengujian level support krusial di rentang 7.100-7.150.
Jika level ini jebol, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan untuk menutup celah (gap) di area 7.022-7.080, bahkan hingga menguji level psikologis di sekitar 6.917. (naz)
Editor : Mizan Ahsani