Volume Transaksi Digital Nasional Meroket, GoPay Tembus 600 Juta Transaksi Per Bulan dari 26 Juta Pengguna Aktif

Titis Osi Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 27 April 2026 | 16:07 WIB
Ilustrasi transaksi tarik tunai saldo GoPay di ATM BRI tanpa kartu sebagai bagian dari inovasi layanan digital.
Ilustrasi transaksi tarik tunai saldo GoPay di ATM BRI tanpa kartu sebagai bagian dari inovasi layanan digital.

Jawa Pos Radar Madiun - Layanan pembayaran digital GoPay semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam ekosistem keuangan digital Indonesia.

Hingga awal tahun 2026, anak usaha GoTo Financial ini mencatatkan angka pertumbuhan yang masif, dengan melayani lebih dari 600 juta transaksi setiap bulannya.

Presiden Direktur GoTo Financial, Sudhanshu Raheja, mengungkapkan bahwa pencapaian ini didorong oleh basis pengguna aktif yang kini telah menyentuh angka 26 juta orang.

Solusi Keuangan Praktis dalam Aplikasi Ringan

GoPay kini berevolusi dari sekadar fitur pembayaran menjadi aplikasi keuangan mandiri yang komprehensif.

Sudhanshu menjelaskan bahwa aplikasi GoPay dirancang khusus agar tetap ringan dan mudah diakses oleh berbagai jenis smartphone, bahkan dengan spesifikasi standar sekalipun.

Beberapa keunggulan utama yang ditawarkan kepada pengguna meliputi:

Baca Juga: Kritisi Aturan Pajak Mobil Listrik Terbaru, IESR: Target 2 Juta Unit Tahun 2030 Terancam Gagal

Keamanan Berlapis dengan Safety Score Meter

Keamanan menjadi pilar utama dalam pengembangan layanan ini. GoPay memperkenalkan lima langkah keamanan yang wajib dipenuhi pengguna untuk menjamin perlindungan akun secara maksimal.

Langkah-langkah tersebut mencakup penggunaan teknologi biometrik dan verifikasi identitas. Uniknya, pengguna dapat memantau tingkat keamanan akun mereka melalui fitur Safety Score Meter.

Jika seluruh langkah telah terpenuhi, pengguna akan mendapatkan skor 100 persen, yang menandakan akun berada dalam perlindungan berlapis yang sangat aman.

Tren Positif Pembayaran Digital Nasional

Pencapaian GoPay ini sejalan dengan data Bank Indonesia (BI) per Februari 2026, yang menunjukkan volume transaksi pembayaran digital nasional mencapai 4,67 miliar transaksi, atau tumbuh 40,35 persen secara tahunan (year-on-year).

Sektor transaksi melalui mobile banking dan internet terus menunjukkan tren positif.

Bahkan, penggunaan QRIS mencatatkan pertumbuhan paling fantastis hingga 133,20 persen (yoy), membuktikan bahwa masyarakat Indonesia semakin terbiasa dengan gaya hidup cashless.

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang mudah dan aman bagi seluruh masyarakat, sekaligus mendukung agenda inklusi keuangan di Indonesia," pungkas Sudhanshu. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
GoPay tarik tunai dompet digital transaksi digital ojek online