Jawa Pos Radar Madiun - Layanan pembayaran digital GoPay semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam ekosistem keuangan digital Indonesia.
Hingga awal tahun 2026, anak usaha GoTo Financial ini mencatatkan angka pertumbuhan yang masif, dengan melayani lebih dari 600 juta transaksi setiap bulannya.
Presiden Direktur GoTo Financial, Sudhanshu Raheja, mengungkapkan bahwa pencapaian ini didorong oleh basis pengguna aktif yang kini telah menyentuh angka 26 juta orang.
Solusi Keuangan Praktis dalam Aplikasi Ringan
GoPay kini berevolusi dari sekadar fitur pembayaran menjadi aplikasi keuangan mandiri yang komprehensif.
Sudhanshu menjelaskan bahwa aplikasi GoPay dirancang khusus agar tetap ringan dan mudah diakses oleh berbagai jenis smartphone, bahkan dengan spesifikasi standar sekalipun.
Beberapa keunggulan utama yang ditawarkan kepada pengguna meliputi:
-
Transfer Gratis: Fasilitas transfer tanpa biaya hingga 100 kali per bulan, baik ke sesama pengguna GoPay maupun ke semua bank di Indonesia.
-
Harga Kompetitif: Penawaran harga pulsa dan paket data yang lebih murah dibandingkan rata-rata pasar.
-
Tampilan Simpel: Antarmuka yang intuitif untuk mendukung kebutuhan finansial harian secara cepat.
Baca Juga: Kritisi Aturan Pajak Mobil Listrik Terbaru, IESR: Target 2 Juta Unit Tahun 2030 Terancam Gagal
Keamanan Berlapis dengan Safety Score Meter
Keamanan menjadi pilar utama dalam pengembangan layanan ini. GoPay memperkenalkan lima langkah keamanan yang wajib dipenuhi pengguna untuk menjamin perlindungan akun secara maksimal.
Langkah-langkah tersebut mencakup penggunaan teknologi biometrik dan verifikasi identitas. Uniknya, pengguna dapat memantau tingkat keamanan akun mereka melalui fitur Safety Score Meter.
Jika seluruh langkah telah terpenuhi, pengguna akan mendapatkan skor 100 persen, yang menandakan akun berada dalam perlindungan berlapis yang sangat aman.
Tren Positif Pembayaran Digital Nasional
Pencapaian GoPay ini sejalan dengan data Bank Indonesia (BI) per Februari 2026, yang menunjukkan volume transaksi pembayaran digital nasional mencapai 4,67 miliar transaksi, atau tumbuh 40,35 persen secara tahunan (year-on-year).
Sektor transaksi melalui mobile banking dan internet terus menunjukkan tren positif.
Bahkan, penggunaan QRIS mencatatkan pertumbuhan paling fantastis hingga 133,20 persen (yoy), membuktikan bahwa masyarakat Indonesia semakin terbiasa dengan gaya hidup cashless.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang mudah dan aman bagi seluruh masyarakat, sekaligus mendukung agenda inklusi keuangan di Indonesia," pungkas Sudhanshu. (naz)
Editor : Mizan Ahsani