Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Menteri UMKM Tak Risau Dampak Harga BBM Naik, Justru Khawatirkan Kenaikan Harga Plastik

Alfiah Sidiq • Senin, 27 April 2026 | 13:44 WIB
Pelaku UMKM di Madiun mengurangi porsi jualan akibat lonjakan harga plastik yang mencapai dua kali lipat. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Pelaku UMKM di Madiun mengurangi porsi jualan akibat lonjakan harga plastik yang mencapai dua kali lipat. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah memberikan jaminan bahwa lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak akan mengganggu stabilitas sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Hal ini dikarenakan mayoritas pelaku usaha kecil masih mengandalkan energi bersubsidi yang harganya tetap dipatok pemerintah.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menjelaskan bahwa penggunaan Solar subsidi, Pertalite, hingga LPG 3 kg masih menjadi tumpuan utama UMKM dalam menjalankan operasional mereka.

“Kalau dalam konteks bahan bakar energi, BBM seharusnya tidak ada dampaknya. Hampir rata-rata UMKM menggunakan BBM subsidi, dan itu tidak mengalami kenaikan,” ujar Maman di Jakarta, Senin (27/4).

Baca Juga: Gelar Aksi Sosial di 13 Kota, Taspen Salurkan Bantuan Fasilitas Belajar kepada Ratusan Anak

Harga BBM per 18 April 2026

Kenaikan harga minyak global akibat ketegangan di Timur Tengah memang memaksa Pertamina menyesuaikan harga produk nonsubsidi.

Berikut adalah perbandingan harga terbaru di wilayah Pulau Jawa:

Jenis BBM Harga Lama Harga Baru (18 April 2026)
Pertalite (Subsidi) Rp10.000 Rp10.000 (Tetap)
Solar (Subsidi) Rp6.800 Rp6.800 (Tetap)
Pertamax Rp12.300 Rp12.300 (Tetap)
Pertamax Turbo Rp13.100 Rp19.400
Dexlite Rp14.200 Rp23.600
Pertamina Dex Rp14.500 Rp23.900
Meskipun harga kelas "Dex" mengalami kenaikan tajam, pemerintah sengaja menahan harga Pertamax dan Pertamax Green agar tetap berada di kisaran Rp12.000-an guna menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.

Meski aman dari sisi BBM, Maman mengakui adanya tantangan lain yang dikeluhkan para pelaku UMKM, yakni kenaikan harga plastik. Hal ini dipicu oleh terganggunya pasokan nafta (bahan baku plastik) dari Timur Tengah.

Sebagai solusi, pemerintah tengah bergerak cepat mencari alternatif pasokan dari wilayah lain untuk menekan ketergantungan pada satu kawasan saja.

  • Koordinasi Lintas Kementerian: Bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan.

  • Diversifikasi Pasokan: Mengalihkan sumber bahan baku ke wilayah India, Afrika, hingga Amerika.

Langkah pemerintah dalam menjaga harga BBM subsidi dan Pertamax dinilai krusial untuk memastikan UMKM tidak "turun kelas". 

Fokus utama saat ini beralih pada mitigasi harga bahan baku kemasan (plastik) agar biaya produksi UMKM tetap stabil di tengah ketidakpastian global. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#harga plastik #umkm #harga bbm #Menteri umkm