Jawa Pos Radar Madiun - Industri reksa dana Indonesia mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tumbuh 5,18 persen (ytd) menjadi Rp710,29 triliun per 23 April 2026.
Momentum positif ini dimanfaatkan OJK untuk mempercepat inklusi keuangan melalui peluncuran program PINTAR Reksa Dana.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR) ini menyasar kelompok investor terbesar saat ini, yaitu para generasi muda.
“Peluncuran PINTAR Reksa Dana menjadi momentum strategis untuk mendorong inklusi investasi, khususnya di kalangan anak muda,” ujar Hasan di Jakarta, Senin (27/4).
Baca Juga: Prediksi Rupiah Hari Ini: Bayang-Bayang Konflik AS-Iran Bawa Rupiah ke Level Rp17.300
Data OJK menunjukkan lonjakan investor yang luar biasa:
1. Total Investor Pasar Modal: 26,12 juta orang.
2. Investor Pengelolaan Investasi: 24,86 juta orang.
3. Demografi: 54,71 persen investor berusia di bawah 30 tahun.
Melihat dominasi Gen Z dan milenial, OJK mendorong pendekatan Systematic Investment Plan (SIP) atau metode investasi rutin setiap bulan.
Cara ini dinilai efektif untuk membentuk kebiasaan disiplin berinvestasi secara berkelanjutan, bukan sekadar ikut-ikutan tren sesaat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani