Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Wow! Meta Ternyata Rugi 4 Miliar Dolar AS Gara-Gara Reality Labs, Total Kerugian Tembus Rp1.300 Triliun

Satrio Jati • Kamis, 30 April 2026 | 11:37 WIB
Ilustrasi logo Meta, perusahaan teknologi di balik Facebook, Instagram. (LES AFFAIRES)
Ilustrasi logo Meta, perusahaan teknologi di balik Facebook, Instagram. (LES AFFAIRES)

Jawa Pos Radar Madiun - Meta dikabarkan kembali menanggung kerugian besar dari divisi Reality Labs.

Adapun divisi tersebut bertugas menangani pengembangan teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR), hingga perangkat seperti kacamata pintar.

Dilansir dari TechCrunch, dalam laporan keuangan triwulan terbaru, Reality Labs mencatat kerugian sekitar 4 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp65 triliun (kurs estimasi Rp16.500 per dolar AS).

Dengan capaian tersebut, total kerugian divisi ini sejak 2021 telah mencapai 83,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.377 triliun.

Reality Labs tercatat terus merugi dalam lebih dari 20 kuartal berturut-turut.

Rata-rata kerugian per kuartal berada di kisaran 4 miliar dolar AS, menunjukkan beban investasi yang sangat besar pada pengembangan metaverse dan perangkat XR.

Baca Juga: Motorola Luncurkan Tiga Ponsel Lipat Razr 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Bisnis Utama Meta Masih Kuat

Meski divisi ini terus merugi, kinerja Meta secara keseluruhan tetap positif. Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan membukukan laba bersih 26,8 miliar dolar AS atau naik 61 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pendapatan Meta juga meningkat 33 persen secara tahunan menjadi 56,3 miliar dolar AS.

Di tengah tekanan pada Reality Labs, Meta kini memperbesar fokus ke pengembangan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan juga menaikkan proyeksi belanja modal menjadi 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS pada 2026.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut kenaikan ini dipengaruhi oleh biaya infrastruktur yang meningkat, terutama harga komponen seperti memori.

Selain itu, Meta juga meningkatkan perekrutan talenta AI dari berbagai perusahaan pesaing untuk memperkuat pengembangan model AI terbaru mereka.

CFO Meta, Susan Li, menyebut kebutuhan belanja modal perusahaan masih belum pasti untuk tahun-tahun mendatang, termasuk 2027.

Ia mengatakan kebutuhan komputasi untuk AI terus berubah dan berpotensi lebih besar dari perkiraan sebelumnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ai #facebook #meta #rugi #instagram