Jawa Pos Radar Madiun - Dari dalam negeri, perdagangan saham pekan ini hanya berlangsung selama empat hari seiring libur Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat, 1 Mei 2026, yang dilanjutkan akhir pekan Sabtu dan Minggu.
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan lebih memilih melakukan aksi ambil untung menjelang libur panjang.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai sentimen domestik juga dipengaruhi arah kebijakan ekonomi pemerintah yang mulai agresif dalam program ekonomi kerakyatan.
Fokus ke Program Koperasi Nasional
Pasar turut mencermati rencana pemerintah mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
Presiden Prabowo menargetkan pembentukan sekitar 1.000 koperasi dalam waktu dekat, yang kemudian diperluas menjadi lebih dari 25.000 unit, hingga mencapai sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
Koperasi ini akan didukung aset fisik seperti gudang, cold storage, gerai, dan kendaraan agar langsung menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Melemah Terbatas, Tekanan Profit Taking Bayangi Jelang Long Weekend
Potensi Serapan Tenaga Kerja
Setiap koperasi diperkirakan dapat menyerap sekitar 18 tenaga kerja, sehingga program ini dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar sekaligus memperkuat distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Koperasi juga akan diintegrasikan dengan program makan bergizi gratis untuk menciptakan permintaan yang lebih stabil bagi produk lokal.
Menurut Maximilianus Nico Demus, secara keseluruhan program ini diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi domestik agar lebih banyak dinikmati masyarakat dalam negeri. (naz)
Editor : Mizan Ahsani