Jawa Pos Radar Madiun - Angin segar berembus kencang di bursa saham Asia-Pasifik pada perdagangan Rabu (6/5/2026).
Mayoritas indeks utama di kawasan ini kompak dibuka di zona hijau, mengekor reli panjang di Wall Street semalam yang dipicu oleh melandainya harga minyak dunia dan kuatnya laporan pendapatan perusahaan teknologi.
Sorotan utama tertuju pada pasar saham Korea Selatan. Indeks acuan Kospi mencetak sejarah baru dengan berhasil menyentuh level 7.000 untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Disdag Madiun Dorong Penggunaan Tempe Bungkus Daun Jati
Ledakan Sektor Semikonduktor dan Rekor Samsung
Pada sesi perdagangan pagi, Kospi melonjak hingga 5,8% dan mencetak rekor puncaknya di level 7.338,61.
Lonjakan fantastis ini disponsori oleh tingginya permintaan global terhadap perangkat keras Kecerdasan Buatan (AI) yang mendongkrak saham-saham blue chip alias unggulan.
Samsung Electronics
Sahamnya meroket lebih dari 8%, membawa kapitalisasi pasar raksasa teknologi ini secara resmi menembus angka USD 1 triliun.
SK Hynix
Mengekor kesuksesan Samsung dengan lonjakan saham lebih dari 9% pada perdagangan awal.
Sentimen positif sektor teknologi ini tak lepas dari imbas meroketnya saham Advanced Micro Devices (AMD) di Wall Street hingga 12%.
Kondisi ini didorong oleh kuatnya perkiraan pendapatan kuartal kedua mereka berkat pesatnya permintaan chip pusat data untuk infrastruktur AI global.
Selain sektor teknologi, perusahaan sekuritas dan kelompok keuangan lokal juga menikmati limpahan berkah dengan kenaikan masing-masing 9,8% dan 4,1%.
Tercatat, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) saham lokal hingga 1,2 triliun won. Hal ini turut memperkuat nilai tukar Won menjadi 1.458,9 per Dolar AS, level terkuatnya sejak pertengahan April.
Baca Juga: Arsenal Sudah Siapkan Parade Juara, The Gunners Makin Pede Sapu Bersih Gelar
Efek Domino Geopolitik Timur Tengah
Reli pasar saham global ini juga ditopang oleh sentimen meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penghentian sementara operasi pengawalan kapal komersial ("Project Freedom") di Selat Hormuz.
Trump menyebut ada "kemajuan besar" menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, meski blokade secara umum masih berlaku. Pernyataan ini langsung membuat harga energi global terkoreksi.
Minyak WTI: Turun 1,96% menjadi USD 100,27 per barel.
Minyak Brent: Turun 1,27% menjadi USD 108,48 per barel.
Kondisi Bursa Asia Lainnya
Selain Kospi, pergerakan positif juga terlihat di beberapa bursa utama Asia Pasifik lainnya:
Australia (S&P/ASX 200): Menguat sebesar 0,58%.
Hong Kong (Hang Seng): Dibuka sedikit terkoreksi di angka 25.860 dibanding penutupan sebelumnya.
Jepang: Perdagangan pasar saham ditutup sementara karena hari libur nasional.
Kepercayaan diri investor yang kembali pulih ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas dan prospek pemulihan ekonomi global di pertengahan tahun 2026.(*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura