Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Berawal dari Dapur Rumah, Jamu Herbal Kediri Kini Tembus Pasar Nasional

Hengky Ristanto • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:38 WIB
Isma Wijayanti menunjukkan produk jamu dan rempah “Lentera Herbal Kediri” yang berkembang dari usaha rumahan hingga menembus pasar nasional berkat dukungan KUR BRI.
Isma Wijayanti menunjukkan produk jamu dan rempah “Lentera Herbal Kediri” yang berkembang dari usaha rumahan hingga menembus pasar nasional berkat dukungan KUR BRI.

KEDIRI – Berawal dari dapur rumah sederhana, usaha jamu dan rempah milik Isma Wijayanti kini berkembang hingga menembus pasar nasional.

Pelaku UMKM asal Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri itu sukses mengembangkan brand “Lentera Herbal Kediri” setelah mendapatkan dukungan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Isma mengaku memulai usaha pada Mei 2025 karena ingin membantu perekonomian keluarga di tengah sulitnya lapangan pekerjaan.

“Saya berpikir usaha apa yang bisa dijalankan dari rumah. Akhirnya memilih olahan jamu dan rempah karena bahan bakunya mudah didapat di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Desa Parang dikenal sebagai salah satu sentra empon-empon kering di Kabupaten Kediri.

Potensi tersebut kemudian dikembangkan Isma menjadi produk bernilai tambah dengan kemasan modern dan praktis.

Melalui Lentera Herbal Kediri, dia memproduksi berbagai olahan herbal seperti teh rimpang, wedang uwuh, teh bunga telang, teh rosella, teh daun insulin, hingga teh daun kumis kucing.

Seluruh produk dikemas dalam bentuk siap seduh untuk menyasar pasar yang lebih luas.

Tak hanya mengandalkan penjualan konvensional, Isma juga memanfaatkan platform digital dan toko online untuk pemasaran.

“Untuk pemasaran kami fokus di online karena jangkauannya lebih luas dan biayanya lebih efisien,” katanya.

Strategi tersebut terbukti efektif. Kini omzet usahanya mencapai sekitar Rp25 juta per bulan dengan pengiriman produk ke berbagai daerah di Indonesia.

Perkembangan usaha tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Isma melibatkan warga untuk membantu proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran digital melalui live e-commerce.

“Pengemasan dan pemasaran dibantu warga sekitar,” imbuhnya.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, kebutuhan modal usaha ikut bertambah.

Isma kemudian mengakses pembiayaan melalui program KUR BRI untuk menjaga kelancaran produksi.

“BRI jadi pertolongan pertama untuk urusan permodalan,” ujarnya.

Sementara itu, Branch Manager BRI Kediri, Adi Nugroho, mengatakan pihaknya terus memperkuat penyaluran KUR guna mendukung pengembangan UMKM di wilayah Kediri.

Hingga Maret 2026, penyaluran KUR BRI BO Kediri tercatat mencapai Rp343 miliar.

“Kami melihat banyak potensi usaha di Kediri, termasuk sektor jamu herbal, yang bisa terus berkembang,” ujarnya.

Selain penyaluran modal, BRI juga melakukan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar pelaku UMKM mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#umkm kediri #Lentera Herbal Kediri #empon-empon #jamu herbal #KUR BRI