Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hemat Biaya Operasional 70 Persen, Perusahaan Besar di Indonesia Masif Beralih ke Truk Listrik

Satrio Jati • Sabtu, 9 Mei 2026 | 06:48 WIB
Mitsubishi Fuso eCanter jadi salah satu truk listrik yang diminati berbagai perusahaan. (MITSUBISHI)
Mitsubishi Fuso eCanter jadi salah satu truk listrik yang diminati berbagai perusahaan. (MITSUBISHI)

Jawa Pos Radar Madiun - Tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi hanya menyasar mobil pribadi.

Memasuki pertengahan tahun 2026, sektor transportasi berat dan logistik mencatatkan lompatan besar. 

Banyak perusahaan raksasa kini resmi mengganti armada truk diesel mereka dengan truk listrik demi mengejar efisiensi dan komitmen lingkungan.

Efisiensi operasional menjadi daya tarik utama. Penggunaan truk listrik diklaim mampu menghemat biaya hingga 70 persen dibandingkan truk diesel konvensional.

Keunggulan ini sangat terasa bagi perusahaan dengan rute tetap (fixed route), yang memudahkan manajemen pengisian daya baterai secara terjadwal.

Daftar Truk Listrik yang Resmi Beroperasi di Indonesia

Hingga Mei 2026, beberapa produsen otomotif global telah berhasil menempatkan unit listrik mereka sebagai armada kerja di berbagai sektor:

1. Mitsubishi Fuso eCanter Menjadi pionir di kategori light-duty, eCanter telah digunakan secara masif sejak peluncurannya pertengahan 2024.

Sejumlah penggunanya mencakup PT Yusen Logistics Indonesia, PT Pos Indonesia (PosIND) di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan PT Takari.

Keunggulan truk ini sangat senyap dan bebas emisi, ideal untuk distribusi logistik di tengah kota.

Baca Juga: Sepeda Gravel Premium! United Gavriil Pakai Material Alloy-Carbon, Nyaman dan Tangguh di Segala Medan

2. SANY SE588 (Sektor Pertambangan)

SANY menghadirkan solusi untuk industri berat dengan truk listrik SE588 yang tangguh untuk medan tambang.

SANY SE 588 memiliki torsi raksasa 2.800 Nm dan teknologi battery swapping.

Proses tukar baterai hanya membutuhkan waktu 5 menit, sehingga produktivitas tambang tidak terganggu oleh durasi pengisian daya.

3. Mitsubishi L100 EV

Pikap box mini ini menjadi ujung tombak distribusi jarak dekat (last-mile delivery).

PT Pos Indonesia adalah pengguna utama armada ini, terutama untuk menjangkau area kawasan hijau dan jalanan sempit yang membutuhkan kelincahan tinggi.

4. Ekspansi Isuzu, Hino, dan DFSK

Merek besar lainnya seperti Isuzu mulai mengoperasikan varian listrik di jalur logistik korporat.

Sementara Hino, melalui ajang GIICOMVEC 2026, mulai memperkenalkan bus dan truk ringan listrik. Di sisi lain, DFSK Gelora E tetap populer sebagai armada box ringan untuk operasional e-commerce.

Dorongan Komitmen ESG dan IKN

Adopsi truk listrik di Indonesia banyak dipelopori oleh perusahaan yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Nama-nama besar seperti DHL, Yusen Logistics, dan PT Indocement (yang mengoperasikan truk listrik di pabrik Citeureup) menjadi motor penggerak pengurangan jejak karbon di sektor industri.

Selain itu, regulasi ketat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mewajibkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan turut mempercepat penyerapan truk listrik.

Hal ini membuktikan bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar unit uji coba, melainkan solusi nyata untuk keberlanjutan bisnis di masa depan.

Dengan infrastruktur pengisian daya yang terus diperluas, dominasi truk listrik diprediksi akan terus menggeser peran truk diesel, terutama pada sektor-sektor dengan rute yang terukur dan efisien. (rio/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#truk listrik #biaya operasional #perusahaan #hemat