Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BRI Cetak Laba Rp 15,5 Triliun di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Hengky Ristanto • Rabu, 13 Mei 2026 | 20:56 WIB
KINERJA POSITIF: Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi memaparkan kinerja keuangan BRI triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta.
KINERJA POSITIF: Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi memaparkan kinerja keuangan BRI triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja pada triwulan I 2026.

Di tengah tekanan ekonomi global dan risiko geopolitik, bank pelat merah tersebut mampu membukukan laba bersih Rp 15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Kinerja positif itu ditopang pertumbuhan kredit, efisiensi biaya dana, serta membaiknya kualitas aset perseroan.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi mengatakan, peningkatan profitabilitas menjadi salah satu hasil implementasi transformasi BRIvolution Reignite yang dijalankan dalam setahun terakhir.

“BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” ujarnya dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Kamis (30/4).

Hingga akhir triwulan I 2026, total aset BRI tercatat mencapai Rp 2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp 1.562 triliun.

Dari sisi profitabilitas, Return on Assets (ROA) naik menjadi 2,8 persen.

Sedangkan Return on Equity (ROE) meningkat dari 17,1 persen menjadi 18,4 persen.

Menurut Hery, pertumbuhan kredit yang tetap kuat mendorong kenaikan pendapatan bunga perseroan.

Di sisi lain, penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan current account saving account (CASA) turut menekan cost of fund sehingga efisiensi perusahaan semakin membaik.

BRI juga menegaskan bakal terus memperkuat fokus pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Penguatan dilakukan melalui pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi pelaku UMKM ke dalam ekosistem digital.

“Kami meyakini pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat,” tandas Hery. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#Kinerja BRI 2026 #Kredit BRI tumbuh #BRIVolution Reignite #BRI UMKM #laba bri