Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Aktivitas Kampus UTM Padat, Sektor Usaha Kos dan Kuliner di Kamal Bangkalan Panen Omzet

Mizan Ahsani • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:05 WIB
ilustrasi universitas trunodjoyo madura(gramedia.com)
ilustrasi universitas trunodjoyo madura(gramedia.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Keberadaan sebuah perguruan tinggi negeri tidak sekadar menjadi pusat menimba ilmu, melainkan juga roda penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Hal ini terlihat jelas di kawasan Kamal, Bangkalan, di mana aktivitas akademik di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sukses memicu perputaran uang hingga miliaran rupiah setiap bulannya. Memasuki pertengahan tahun, geliat berbagai sektor usaha mikro di sekitar kampus dilaporkan kembali bergairah dan mengalami lonjakan omzet yang signifikan.

Padatnya agenda kampus di triwulan kedua tahun ini menjadi pemicu utamanya. Ribuan mahasiswa tingkat akhir yang tengah berjuang menyelesaikan revisi skripsi, ditambah dengan gelombang calon mahasiswa baru yang mulai berdatangan untuk melakukan registrasi jalur prestasi maupun tes tulis, membuat kawasan Telang dan sekitarnya tak pernah sepi dari aktivitas.

Baca Juga: 59 Narapidana Lapas Pemuda Madiun Dipindah ke Madura hingga Surabaya

Sektor Kos-Kosan Penuh, Warga Kamal Ketiban Untung

Salah satu sektor yang paling merasakan dampak instan dari padatnya aktivitas ini adalah bisnis hunian sementara atau kos-kosan. Sejumlah pemilik kos di sekitar gerbang utama hingga area belakang kampus UTM mengaku kewalahan menerima pesanan kamar dari para wali murid dan calon mahasiswa baru yang mencuri start mencari tempat tinggal untuk tahun ajaran mendatang.

Bagi warga lokal Kamal, mengontrakkan rumah atau membangun kamar kos kini telah menjadi sumber pendapatan utama yang menjanjikan. Perputaran uang dari sektor ini tergolong stabil, mengingat kebutuhan papan bagi mahasiswa rantau dari luar Pulau Madura, seperti dari kawasan Gerbangkertosusila hingga luar Jawa, terus meningkat dari tahun ke tahun seiring bertambahnya kuota penerimaan mahasiswa di UTM.

Wisata Kuliner dan Jasa Penunjang Panen Omzet Harian

Tidak hanya sektor properti, ekosistem bisnis kuliner di sepanjang koridor jalan utama menuju kampus juga ikut panen raya. Depot makan, warung kopi, hingga jajaran gerobak kaki lima yang menjajakan camilan murah meriah selalu dipadati mahasiswa dari pagi hingga larut malam.

"Kalau sudah musim sidang skripsi dan penerimaan mahasiswa baru seperti sekarang, omzet harian bisa naik sampai dua kali lipat dibanding waktu libur semester," ujar salah satu pemilik warung makan di kawasan Telang.

Selain urusan perut, bisnis jasa penunjang akademik seperti gerai fotokopi, jilid, digital printing, hingga jasa pengetikan juga kebanjiran orderan. Antrean mahasiswa yang ingin mencetak draf tugas akhir menjadi pemandangan lumrah setiap harinya. Fenomena ekonomi-humanis ini memperlihatkan bagaimana ketergantungan yang saling menguntungkan (simbiosis互利) antara civitas akademika dan masyarakat setempat terbangun dengan kuat.

Harapan Keberlanjutan Ekonomi Daerah

Geliat ekonomi yang berpusat di lingkaran UTM ini menjadi bukti otentik bahwa sektor pendidikan tinggi mampu menjadi instrumen efektif dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan di tingkat lokal. Warga yang dulunya hanya mengandalkan sektor pertanian atau nelayan tradisional, kini bertransformasi menjadi pelaku usaha mikro yang mandiri secara finansial.

Baca Juga: Kurs Dollar AS Tembus Rp 17.710, Rupiah Kian Tertekan Gejolak Ekonomi Global

Ke depan, kesinambungan antara kebijakan pengembangan fasilitas kampus oleh manajemen Universitas Trunojoyo Madura dan penataan ruang usaha oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat terus berjalan beriringan. Hal ini penting agar kenyamanan mahasiswa dalam menempuh studi dan keberlangsungan mata pencaharian warga Kamal dapat terus terjaga dalam jangka panjang. (*)

* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#kamal #Universitas Trunodjoyo Madura #madura #usaha #ide usaha