Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Kediri Gembleng Kapasitas TPAKD di Surabaya

Archi • Rabu, 27 Mei 2026 | 15:00 WIB
OJK Kediri menggelar kegiatan monitoring, evaluasi, dan capacity building bagi TPAKD dari 11 kabupaten/kota guna memperkuat inklusi dan literasi keuangan daerah.
OJK Kediri menggelar kegiatan monitoring, evaluasi, dan capacity building bagi TPAKD dari 11 kabupaten/kota guna memperkuat inklusi dan literasi keuangan daerah.

Jawa Pos Radar Madiun - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Kediri terus berupaya memperkuat kapasitas ekosistem keuangan di wilayahnya.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan capacity building yang diselenggarakan di Surabaya pada 21 hingga 22 Mei 2026.

Kegiatan ini secara khusus mengangkat tema tentang penguatan kapasitas TPAKD dalam mendorong akses keuangan daerah yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

Tercatat sebanyak 23 peserta yang mewakili 11 kabupaten/kota di wilayah kerja OJK Kediri turut ambil bagian dalam forum perumusan strategi ini.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menegaskan bahwa keberadaan tim percepatan ini memegang mandat yang sangat krusial bagi perputaran roda perekonomian daerah.

"TPAKD memiliki peran strategis sebagai motor penggerak penguatan ekonomi masyarakat daerah melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang merata dan berkelanjutan," ujar Ismirani.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Dalam acara pembukaan, penekanan senada turut disampaikan oleh perwakilan dari OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran.

Selaku Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis, ia sangat menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, penguatan sinergi antarinstansi merupakan kunci utama dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, terutama di tengah tantangan efisiensi perekonomian saat ini.

"Kehadiran TPAKD Kota Surabaya sebagai salah satu penerima TPAKD Award Tahun 2025 diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sinergitas program yang terukur dan tepat sasaran sehingga berdampak besar bagi masyarakat," urai Horas.

Studi Tiru Inovasi MPP Surabaya

Selama dua hari pelaksanaan agenda, para peserta tidak hanya berdiam diri menyimak pemaparan materi dari narasumber ahli di dalam ruangan.

Mereka juga diajak terjun langsung melakukan kunjungan lapangan (study visit) ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Surabaya.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran nyata terkait implementasi program unggulan layanan keuangan yang telah berjalan sukses di kota pahlawan tersebut.

Di lokasi itu, peserta diperkenalkan pada berbagai inovasi layanan terpadu yang memudahkan masyarakat, mulai dari Galeri Investasi Pasar Modal, layanan E-PEKEN, hingga sistem KATEPAY.

Rombongan peserta dari Kediri Raya dan sekitarnya itu disambut secara langsung oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad.

Dalam sambutannya, Irvan menekankan betapa pentingnya intervensi kebijakan dari seorang kepala daerah dalam membangun sinergi antarorganisasi perangkat daerah.

"Dukungan dan intervensi kepala daerah menjadi kunci utama dalam memastikan program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada output, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat," tandas Irvan.

Menutup seluruh rangkaian acara, OJK Kediri kembali mempertegas komitmennya untuk terus mengawal kolaborasi program TPAKD demi pemerataan akses ekonomi masyarakat di wilayah kerjanya.

"Pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat terkait manfaat dan risiko penggunaan layanan jasa keuangan secara bijak," pungkasnya. (ser)

Editor : Mizan Ahsani
#inklusi keuangan #literasi keuangan #ojk kediri