Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Berawal dari Warung Sederhana, Niken Sukses Kembangkan Usaha Sembako Bersama PNM Mekaar

Hengky Ristanto • Senin, 8 Juni 2026 | 14:38 WIB
NAIK KELAS: Pelaku usaha sembako di Semarang berhasil mengembangkan usahanya melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group.
NAIK KELAS: Pelaku usaha sembako di Semarang berhasil mengembangkan usahanya melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group.

Jawa Pos Radar Madiun - Ketekunan mengelola usaha dan akses pembiayaan yang tepat menjadi kombinasi penting bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang.

Kisah itu tercermin dari perjalanan Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang berhasil memperkuat usahanya melalui dukungan PNM Mekaar dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group.

Berawal dari warung kecil dengan pilihan barang yang terbatas, Niken berupaya memperluas usahanya agar mampu menopang ekonomi keluarga.

Salah satu fokus yang dilakukan adalah menambah ketersediaan stok agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dalam satu tempat.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya warung sembako biasa. Tapi saya ingin warung ini bisa lebih lengkap, supaya pelanggan tidak perlu ke tempat lain,” ujarnya.

Keinginan untuk berkembang membawanya mengenal program PNM Mekaar melalui rekomendasi tetangga.

Setelah mengikuti pendampingan dan pertemuan kelompok bersama nasabah lainnya, Niken mendapatkan dukungan permodalan pada 2019 untuk memperkuat usahanya secara bertahap.

Tak hanya memperoleh akses pembiayaan, Niken juga mendapatkan pendampingan usaha.

Mulai dari pengelolaan stok barang, menjaga perputaran modal, hingga membaca peluang pasar berdasarkan kebutuhan masyarakat sekitar.

Seiring waktu, warung sembako miliknya mengalami perkembangan signifikan.

Jumlah pelanggan bertambah dan warungnya menjadi salah satu tujuan utama warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai beras, minyak goreng, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Perjalanan membangun sebuah warung sembako saya ini sangat panjang. Namun karena dukungan petugas dari BRI Group, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurut Niken, peningkatan pendapatan membuat kondisi ekonomi keluarganya lebih stabil.

Ia dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan lebih tenang sekaligus memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan tanpa hambatan.

Warung yang awalnya sederhana kini menjadi simbol perjuangan keluarga.

Dari usaha kecil di depan rumah, Niken membuktikan bahwa konsistensi dan dukungan yang tepat mampu menghadirkan perubahan nyata.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya sebatas memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Menurutnya, program PNM Mekaar menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas usaha perempuan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.

“Sinergi dalam Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi kekuatan dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha mikro kecil di banyak daerah dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan, dari usaha sederhana hingga mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Dhanny.

Kinerja pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga menunjukkan hasil positif.

Sepanjang triwulan I 2026, tercatat sebanyak 1,2 juta debitur PNM berhasil naik kelas dalam pengembangan usahanya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#umkm semarang #usaha sembako #BRI Group #holding ultra mikro #pnm mekaar