Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rupiah Terus Anjlok, Pelaku UMKM Menjerit Harga Bahan Baku Impor Meroket

Mizan Ahsani • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:22 WIB
Ilustrasi Uang Kertas Rupiah dan Dolar Amerika (katadata.co.id)
Ilustrasi Uang Kertas Rupiah dan Dolar Amerika (katadata.co.id)

Jawa Pos Radar Madiun - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar belakangan ini bukan cuma jadi urusan para menteri ekonomi atau pengusaha kelas atas. Nyatanya, efek domino dari anjloknya rupiah kini sudah sampai ke dapur para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mulai menjerit. Pasalnya, banyak dari mereka yang mengandalkan bahan baku impor untuk produksi sehari-hari.

Baca Juga: Negara Terkecil yang Lolos di Piala Dunia 2026, Curacao Ogah Jadi Tim Penggembira

Sebut saja para pengrajin tahu dan tempe. Meski ini makanan asli Indonesia, bahan baku utamanya yakni kacang kedelai, sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri. Begitu juga dengan para pembuat roti, kue, atau mi ayam yang sangat bergantung pada tepung gandum. Ketika nilai dolar naik, otomatis harga beli bahan-bahan baku impor ini ikut meroket tajam di pasaran.

Dilema Serba Salah Pelaku UMKM Kondisi ini membuat para pedagang kecil berada dalam posisi yang serba salah. Di satu sisi, biaya belanja bahan baku dan kemasan plastik makin membengkak. Namun di sisi lain, daya beli masyarakat sedang lesu.

Jika harga jual dagangan langsung dinaikkan, pedagang takut pelanggan setia akan kabur. Tetapi, kalau harga dipertahankan, keuntungan mereka terpotong habis, bahkan terancam gulung tikar alias bangkrut. Akhirnya, banyak pedagang yang terpaksa mengambil jalan tengah dengan memperkecil ukuran produk atau sedikit mengurangi porsi dagangannya agar dapur tetap mengepul.

Strategi Bertahan di Tengah Badai Di tengah badai pelemahan rupiah ini, para pelaku UMKM dituntut untuk lebih pintar memutar otak. Beberapa strategi yang mulai banyak dilakukan antara lain:

Baca Juga: Saham Big Bank Berguguran, Asing Lepas BBCA Ratusan Miliar di Tengah Anjloknya Rupiah

Masyarakat sebagai konsumen juga diharapkan bisa lebih memaklumi situasi ini dengan tetap setia membeli produk UMKM sekitar. Dukungan kecil kita akan sangat berarti untuk membantu napas ekonomi kerakyatan tetap berdenyut di tengah lesunya nilai tukar rupiah saat ini.

(*)

*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#harga bahan baku #rupiah anjlok #harga barang naik