Jawa Pos Radar Madiun - Kurs rupiah melemah 0,08% ke level 17.858 per dolar AS pada perdagangan Selasa (23/6) pagi.
Pelemahan rupiah dipicu ketidakpastian masa depan perdamaian AS-Iran dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed.
Dilansir Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka melemah di level Rp 17.852 per dolar AS.
Baca Juga: Trump Tegaskan Netanyahu Harus Tunduk pada Kesepakatan Nuklir AS dan Iran
Sejumlah pengamat ekonomi menilai rupiah masih berpotensi terus melemah.
Selain situasi geopolitik, perhatian investor saat ini tertuju pada sejumlah data penting AS yang dijadwalkan rilis pekan ini.
Pelaku pasar menunggu revisi PDB kuartal I 2026 serta Indeks Core PCE yang jadi indikator inflasi acuan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Baca Juga: Israel dan Iran Sepakat Hentikan Serangan Militer, tapi Saling Umbar Ancaman
Sebelumnya, AS resmi memberikan keringanan sanksi pada Iran selama 60 hari menyusul putaran pertama perundingan pasca-kesepakatan damai di Swiss.
Langkah tersebut menjadi perkembangan positif setelah akhir pekan yang sempat memunculkan kekhawatiran kesepakatan itu akan berantakan.
Tensi ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan perang jika Iran mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.
(isd)
Editor : Wawan Isdarwanto