Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Ini Alasan Petugas BPS Akan Menanyakan Kondisi Keuangan dan Usaha Warga

Tim Magang Radar Madiun • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB
Petugas Sensus Datangi Rumah Warga (Pemerintah Kota Pekalongan)
Petugas Sensus Datangi Rumah Warga (Pemerintah Kota Pekalongan)

Jawa Pos Radar Madiun - Suatu pagi, seorang petugas berseragam rompi resmi BPS mengetuk pintu rumah warga.

Kedatangannya bukan untuk menawarkan produk atau layanan tertentu, melainkan menjalankan salah satu agenda statistik terbesar di Indonesia, yaitu Sensus Ekonomi 2026.

Program ini tidak hanya menyasar pelaku usaha besar, tetapi juga usaha rumahan, pekerja digital, hingga kondisi ekonomi keluarga secara umum.

Sensus Ekonomi 2026 Mulai Berjalan Secara Nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini tengah melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui dua tahapan utama.

Tahap pertama berupa pengisian kuesioner secara daring yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Sementara itu, pendataan lapangan dilakukan mulai 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.

Warga atau pelaku usaha yang belum menerima undangan pengisian mandiri melalui WhatsApp maupun email akan didatangi langsung oleh petugas sensus.

Baca Juga: Jam Tangan One Piece Ini Bukan Sekadar Merchandise, Ada Detail yang Bikin Kolektor Tertarik

Pada tahap ini, petugas juga melakukan pemutakhiran informasi ekonomi keluarga dan mendata usaha yang berada di lingkungan rumah tangga.

BPS Kerahkan Ratusan Ribu Petugas

Untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, BPS mengerahkan lebih dari 251 ribu petugas lapangan.

Mereka dibekali identitas resmi, rompi khusus, serta surat tugas yang dapat diperlihatkan kepada masyarakat saat melakukan pendataan.

Proses wawancara dilakukan menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), yaitu sistem pendataan digital yang memungkinkan data langsung tercatat secara elektronik.

Tak Hanya Toko dan Perusahaan, Pelaku Ekonomi Digital Juga Didata

Berbeda dibandingkan sensus ekonomi sebelumnya, cakupan SE2026 jauh lebih luas. Pendataan kini menjangkau berbagai sektor ekonomi modern, termasuk:

Selain itu, sektor pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, dan berbagai usaha mikro juga masuk dalam sasaran pendataan.

Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perkembangan ekonomi Indonesia yang terus berubah mengikuti kemajuan teknologi dan pola bisnis masyarakat.

Baca Juga: Galaxy Watch 9: Desain Squircle yang Lebih Tajam, Snapdragon Wear Elite, dan Warna Baru Siap Rilis Juli 2026

Informasi Apa Saja yang Dikumpulkan?

Petugas akan mengumpulkan sejumlah informasi dasar terkait usaha, antara lain:

Nama usaha
Alamat usaha
Status badan hukum
Tahun mulai beroperasi
Nomor Induk Berusaha (NIB)
Produk atau kegiatan utama
Jumlah tenaga kerja
Struktur keuangan usaha
Pendapatan dan biaya operasional

Setiap jenis badan usaha dapat menerima pertanyaan yang berbeda sesuai karakteristik usahanya.

Selain usaha, sensus juga memuat pemutakhiran data ekonomi keluarga. Beberapa informasi yang dapat ditanyakan meliputi:

Nama kepala keluarga
Alamat dan kontak
Jumlah penghuni rumah
Data anggota keluarga
Pekerjaan dan pendidikan
Pendapatan atau gaji
Kepemilikan usaha

Baca Juga: Bingung Mau Minum Apa untuk Bisa Kembalikan Mood Ceriamu? Solusinya Minum Matcha

Petugas juga dapat mencatat informasi mengenai:

Kepemilikan tanah dan bangunan
Kendaraan bermotor
Komputer atau laptop
Kulkas dan AC
Pengeluaran rutin keluarga
Sumber air minum
Daya listrik
Biaya internet dan listrik

Data tersebut digunakan untuk menyusun gambaran kondisi ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif.

Mengapa Sensus Ekonomi Penting?

Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan nasional.

Data yang terkumpul membantu pemerintah memahami kondisi dunia usaha, perkembangan ekonomi digital, tingkat kesejahteraan masyarakat, hingga potensi ekonomi di setiap daerah.

Melalui data yang lebih lengkap dan akurat, pemerintah dapat merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Bagi masyarakat yang didatangi petugas BPS, penting untuk memastikan identitas petugas terlebih dahulu dan memberikan informasi

yang benar sesuai kondisi sebenarnya agar hasil sensus dapat menggambarkan keadaan ekonomi nasional secara akurat. (*)

*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Magang Radar Madiun
#sensus ekonomi 2026 #pendataan ekonomi #Usaha Digital