Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BRI Peduli Latih 60 Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon, Dorong Wirausaha Berkelanjutan

Hengky Ristanto • Rabu, 1 Juli 2026 | 00:20 WIB
Pelatihan Wirausaha: Sebanyak 60 purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon mengikuti Program Pemberdayaan Purna PMI yang digelar BRI Peduli.
Pelatihan Wirausaha: Sebanyak 60 purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon mengikuti Program Pemberdayaan Purna PMI yang digelar BRI Peduli.

CIREBON – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali menjalankan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kali ini, sebanyak 60 purna PMI asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendapatkan pelatihan kewirausahaan untuk memperkuat kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia.

Pelatihan digelar di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon.

Peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, identifikasi potensi usaha dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana bisnis (business plan), manajemen produksi, pemasaran, keuangan, hingga penguatan mental wirausaha serta pendampingan bisnis setelah pelatihan selesai.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali purna PMI dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan agar mampu membangun ketahanan ekonomi melalui pengembangan usaha maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

Menurutnya, peserta didorong untuk memulai maupun mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Selain mendapatkan pelatihan, mereka juga memperoleh pendampingan bisnis secara intensif agar usaha yang dijalankan dapat berkembang, memiliki daya saing, dan berkelanjutan.

"Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, mereka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat," jelas Dhanny.

Berdasarkan data penempatan PMI per Desember 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jawa Barat menjadi daerah asal PMI terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 21,93 persen dari total nasional dan terus menunjukkan tren peningkatan.

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Cirebon masuk lima besar daerah asal PMI dengan kontribusi 4,02 persen.

Jumlah pekerja migran dari wilayah tersebut meningkat dari 767 orang menjadi 886 orang sepanjang 2025 atau naik sekitar 15,51 persen.

Dhanny menilai kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu wilayah prioritas dalam pelaksanaan program pemberdayaan purna PMI.

"Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah prioritas dalam upaya pemberdayaan purna migran yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta ketahanan ekonomi, mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha produktif yang mereka kelola, serta membuka peluang penghidupan yang berkelanjutan di dalam negeri," imbuhnya.

Salah satu peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku memperoleh banyak manfaat dari program tersebut.

Sebelum kembali ke Indonesia, ia pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura.

Menurut Tanipa, pelatihan tidak hanya membahas validasi bisnis, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, termasuk cara mengelola keuangan usaha dan strategi mengembangkan bisnis.

"Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan purna PMI dalam mengembangkan usaha. Saya berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan oleh BRI agar semakin banyak purna PMI yang merasakan manfaat positif dari program tersebut," tegas Tanipa. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#pekerja migran indonesia #CSR BRI #Purna PMI #bri #BRI peduli