BANGGAI KEPULAUAN – Kondisi geografis kepulauan yang bergantung pada transportasi laut tidak menyurutkan semangat Eka Fitriyani Wulandari dalam melayani masyarakat.
Sebagai Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk, perempuan berusia 34 tahun itu rutin menyeberangi laut untuk menjangkau nasabah di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Eka telah bergabung dengan BRI sejak 2014.
Setelah mengawali karier sebagai teller dan customer service, ia dipercaya mengemban tugas sebagai mantri sejak 2018.
Posisi tersebut membuatnya lebih dekat dengan masyarakat karena terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pelayanan di lapangan.
“Saya memilih berkarier sebagai mantri karena peran ini sangat dekat dengan masyarakat. Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugas, Eka tidak hanya membuka akses pembiayaan bagi masyarakat.
Ia juga rutin mengunjungi nasabah, mendampingi Agen BRILink, serta menggelar pertemuan dengan kelompok usaha untuk memahami kebutuhan layanan keuangan sekaligus memberikan edukasi mengenai pengembangan usaha.
Mayoritas masyarakat yang dilayaninya menggantungkan penghidupan pada sektor produktif, seperti nelayan, petani kelapa, hingga pelaku usaha sembako.
Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, Eka harus menempuh perjalanan menggunakan kapal maupun perahu dengan fasilitas yang terbatas.
Kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak menentu menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap kali bertugas.
“Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Meski demikian, saya tetap menjalaninya dan bersyukur karena melihat antusiasme masyarakat membuat seluruh perjalanan terasa sepadan,” ungkapnya.
Menurut Eka, tantangan sebagai mantri di wilayah kepulauan tidak hanya berasal dari medan perjalanan.
Keterbatasan infrastruktur, termasuk akses listrik dan komunikasi, turut menjadi kendala dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Selain itu, waktu kunjungan yang terbatas membuat setiap pertemuan dengan nasabah harus dimanfaatkan secara maksimal.
Di tengah kesibukan tersebut, Eka juga menjalankan perannya sebagai seorang ibu yang terkadang harus berjauhan dengan keluarga, termasuk anaknya yang masih berusia tiga tahun.
“Kita harus percaya diri karena pada akhirnya diri kita sendiri yang akan membantu melewati setiap tantangan. Teruslah berkembang dengan menggali potensi yang dimiliki, dan yang terpenting bekerjalah dengan hati agar pekerjaan seberat apa pun tidak terasa sebagai beban,” tuturnya.
Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi dedikasi Eka dalam menghadirkan layanan perbankan hingga wilayah kepulauan.
Menurutnya, semangat yang ditunjukkan Eka menjadi representasi nyata komitmen Mantri BRI untuk terus memperluas akses layanan keuangan, termasuk di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).
Editor : Hengky Ristanto