Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Antisipasi Gejolak Global, OJK Optimistis Stabilitas Sektor Keuangan Mampu Topang Ekonomi Nasional

Archi • Rabu, 8 Juli 2026 | 10:06 WIB
Rapat Dewan Komisioner OJK mencatat stabilitas dan intermediasi sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga kokoh di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Rapat Dewan Komisioner OJK mencatat stabilitas dan intermediasi sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga kokoh di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Jawa Pos Radar Madiun - Ketangguhan urat nadi perekonomian domestik terus menunjukkan performa positif dalam menghadapi hantaman dinamika pasar internasional yang belum sepenuhnya stabil.

Resiliensi dan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan tekanan inflasi.

Hal itu menjadi salah satu hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang digelar pada 1 Juli 2026.

OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional meski dunia masih dibayangi gejolak geopolitik dan perlambatan ekonomi.

"Stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

OJK mencatat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai mereda sehingga tekanan terhadap pasar energi global ikut berkurang.

Harga minyak dunia dilaporkan kembali mendekati level sebelum konflik, meski potensi eskalasi baru masih perlu diwaspadai secara jeli oleh para pelaku pasar.

Sementara itu, kondisi ekonomi global saat ini masih menunjukkan perbedaan kinerja yang cukup kontras di antara negara-negara maju.

Amerika Serikat dinilai tetap resilien dengan pasar tenaga kerja yang kuat, sedangkan Tiongkok masih menghadapi lemahnya konsumsi domestik dan investasi swasta.

Di Eropa sendiri, aktivitas roda ekonomi juga masih tertahan akibat permintaan masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.

"Risiko geopolitik dan tekanan inflasi global masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan," ujarnya mengingatkan peta risiko eksternal.

Baca Juga: Swiss Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026, Granit Xhaka Sebut Timnasnya Diisi Generasi Spesial

Pemangkasan Proyeksi Pertumbuhan oleh Lembaga Keuangan Internasional

Di sisi lain, prospek ekonomi global secara agregat memang diakui masih harus menghadapi tekanan yang tidak ringan.

Pada Juni 2026, lembaga multilateral OECD dan World Bank secara resmi telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia masing-masing menjadi 2,8 persen dan 2,5 persen.

Perlambatan permintaan global, lemahnya ekonomi Tiongkok, serta ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama diperkirakan memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko di pasar keuangan internasional.

Meski demikian, OJK menilai ketahanan sektor jasa keuangan nasional tetap kuat sehingga mampu menjadi bantalan dalam menghadapi berbagai tantangan eksternal tersebut.

"Prospek ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan sehingga kewaspadaan dan penguatan resiliensi sektor keuangan harus terus menjadi prioritas," ungkapnya memaparkan fokus mitigasi.

Melirik situasi di dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi makro memang sedang menunjukkan pergerakan yang mengalami moderasi.

Beberapa di antaranya adalah meningkatnya tekanan inflasi, melemahnya PMI manufaktur, menyempitnya surplus neraca perdagangan, serta menurunnya cadangan devisa.

Namun, stabilitas ekonomi nasional secara umum dipastikan tetap terjaga berkat sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai mampu menjaga daya tahan sektor jasa keuangan.

OJK memastikan akan terus memperkuat tindakan pengawasan dan menjaga stabilitas sistem keuangan agar tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika global.

"OJK akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya. (chi/ser)

Editor : Mizan Ahsani
#ekonomi #indonesia #OJK #keuangan