Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dana Murah BRI Tembus Rp1.058 Triliun, Cost of Fund Turun dan Laba Kuartal I 2026 Naik 13,7 Persen

Hengky Ristanto • Rabu, 8 Juli 2026 | 20:08 WIB
BRI Catat CASA Rp1.058 Triliun, Laba Bersih Kuartal I 2026 Melonjak 13,7 Persen
BRI Catat CASA Rp1.058 Triliun, Laba Bersih Kuartal I 2026 Melonjak 13,7 Persen

Jawa Pos Radar Madiun - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat penguatan struktur pendanaan pada kuartal I 2026.

Strategi memperbesar porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) berhasil menekan biaya dana (cost of fund/CoF) sekaligus mendorong pertumbuhan laba perseroan di tengah dinamika ekonomi.

Kinerja tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis yang dijalankan BRI untuk menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan melalui efisiensi pendanaan dan penguatan kualitas aset.

Hingga Maret 2026, BRI menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555,1 triliun, meningkat 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, dana murah atau CASA mencapai Rp1.058,6 triliun, setara 68,07 persen dari keseluruhan DPK.

Peningkatan komposisi dana murah tersebut berdampak langsung pada efisiensi biaya pendanaan perusahaan.

Penguatan CASA membuat biaya dana BRI turun cukup tajam.

Cost of fund yang pada triwulan I 2025 masih berada di level 2,98 persen, turun menjadi 2,33 persen pada periode yang sama tahun ini.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan peningkatan CASA menjadi salah satu fokus utama transformasi bisnis yang sedang dijalankan perusahaan.

"Peningkatan CASA memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan perseroan. Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko," ujarnya.

Menurut Hery, peningkatan dana murah tidak lepas dari semakin tingginya aktivitas transaksi nasabah melalui berbagai kanal digital milik BRI.

Beberapa layanan yang menjadi pendorong pertumbuhan CASA antara lain BRImo, QLola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.

Pemanfaatan layanan digital tersebut dinilai memperkuat ekosistem transaksi sekaligus meningkatkan penghimpunan dana murah.

Selain memperkuat struktur pendanaan, BRI juga membukukan pertumbuhan pada sejumlah indikator kinerja utama hingga kuartal I 2026.

Total aset sebesar Rp2.250 triliun, naik 7,2 persen (year on year). Kredit dan pembiayaan sebesar Rp1.562 triliun, tumbuh 13,7 persen. Serta, laba bersih konsolidasian Rp15,5 triliun, meningkat 13,7 persen. 

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai penguatan tata kelola perusahaan menjadi faktor penting agar BUMN mampu bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurutnya, transformasi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga peningkatan efisiensi dan manajemen risiko.

"Danantara hadir untuk memastikan BUMN tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin sehat dari sisi tata kelola, efisiensi, dan manajemen risiko," katanya. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#Kinerja BRI 2026 #cost of fund #dana murah BRI #CASA BRI #bri