BRI Bantu UMKM BUNCY Raih Sertifikat Halal, Kini Makin Percaya Diri Tembus Pasar

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 18:43 WIB
NAIK KELAS: Pemilik UMKM BUNCY, Lucy Emilda, berhasil memperoleh sertifikat halal melalui program BRI Peduli.
NAIK KELAS: Pemilik UMKM BUNCY, Lucy Emilda, berhasil memperoleh sertifikat halal melalui program BRI Peduli.

Jawa Pos Radar Madiun - Usaha rumahan BUNCY membuktikan bahwa tantangan dapat menjadi peluang untuk berkembang.

Berawal dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, pada masa pandemi 2020, usaha camilan cheese stick milik Lucy Emilda kini semakin percaya diri memperluas pasar setelah memperoleh sertifikasi halal melalui program yang difasilitasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Lucy merintis BUNCY sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah situasi sulit akibat pandemi.

Dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas produk, usaha tersebut perlahan berkembang dan mulai mendapat tempat di hati konsumen.

Namun, di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat, membangun kepercayaan konsumen menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, Lucy memandang sertifikasi halal sebagai langkah penting untuk meningkatkan kredibilitas produk sekaligus memperkuat daya saing usaha.

"Usaha kuliner, khususnya yang telah memiliki sertifikat halal, lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen," ujarnya.

Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY berhasil melengkapi legalitas usahanya.

Setelah memperoleh sertifikat halal, Lucy melanjutkan pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) agar jangkauan pemasaran produknya semakin luas.

"Setelah memiliki Sertifikasi Halal saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya," tutur Lucy.

Menurutnya, manfaat program BRI tidak hanya terletak pada sertifikat yang diterima, tetapi juga pendampingan selama proses pengurusan.

Mulai dari pemenuhan persyaratan hingga administrasi, seluruh tahapan dilakukan dengan arahan yang jelas sehingga pelaku UMKM dapat lebih fokus mengembangkan usahanya.

"Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini," imbuhnya.

Kini, BUNCY terus berkembang dengan optimisme yang lebih besar.

Usaha yang lahir dari dapur sederhana tersebut menjadi bukti bahwa dukungan dan pendampingan yang tepat mampu membantu UMKM memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus mendukung pelaku UMKM melalui pelatihan dan fasilitasi sertifikasi halal agar semakin siap bersaing di pasar.

Melalui program tersebut, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga kualitas produk, memperluas akses pasar, dan naik kelas.

"Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk dapat memperluas akses pasar dan mendorong UMKM naik kelas," tegas Dhanny. (*)

Editor : Hengky Ristanto
BUNCY umkm TJSL BRI BRI peduli sertifikasi halal