Berawal dari Bantu Orang Tua, UMKM Tenun Jepara Kini Tembus Delapan Negara

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 01:05 WIB
DORONG UMKM NAIK KELAS: KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Jepara, berhasil memperluas pasar hingga delapan negara berkat pendampingan Rumah BUMN BRI melalui berbagai program pengembangan usaha.
DORONG UMKM NAIK KELAS: KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Jepara, berhasil memperluas pasar hingga delapan negara berkat pendampingan Rumah BUMN BRI melalui berbagai program pengembangan usaha.

JEPARA – Pendampingan yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.

Salah satu kisah sukses datang dari KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, yang kini berhasil memasarkan produknya hingga ke delapan negara.

Co-Owner KAINRATU Maria Leoni mengatakan, usaha tersebut berawal dari aktivitas membantu orang tuanya memasarkan hasil tenun ikat khas Troso.

Seiring meningkatnya permintaan, KAINRATU kemudian mengembangkan platform pemasaran digital dan bertransformasi menjadi produsen kain serta busana tenun.

"Awalnya kami membantu memasarkan hasil tenun orang tua. Kemudian usaha terus berkembang hingga memiliki platform pemasaran sendiri seperti sekarang," ujarnya.

Saat ini, KAINRATU memiliki sejumlah produk unggulan, di antaranya Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM.

Produk tersebut telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia maupun pasar internasional, meliputi Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru.

Selain memproduksi kain dan busana siap pakai, KAINRATU juga melayani pembuatan motif khusus untuk perusahaan, instansi pemerintah, hingga lembaga pendidikan.

Pelaku usaha tersebut turut membuka program pelatihan menenun dan kunjungan industri sebagai upaya memperkuat ekosistem UMKM berbasis budaya.

Maria mengungkapkan, perkembangan usahanya tidak terlepas dari pendampingan Rumah BUMN BRI.

Melalui program BRIncubator, KAINRATU memperoleh pelatihan pengembangan produk, pengemasan, hingga pemasaran digital.

Usaha tersebut juga berkesempatan mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) setelah lolos proses kurasi.

"Materi dan pendampingan dari Rumah BUMN BRI sangat membantu meningkatkan kapasitas usaha kami," katanya.

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai daerah serta menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan bagi pelaku UMKM.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, keberhasilan KAINRATU menunjukkan bahwa warisan budaya lokal memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di pasar global.

Menurut dia, BRI akan terus memperkuat pendampingan agar semakin banyak UMKM mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

"BRI akan terus mendukung UMKM mengembangkan potensi, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," ujarnya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
KAINRATU umkm Jepara bri