BRI Kebut Pembiayaan Program 3 Juta Rumah, Ribuan Debitur Ikut Akad Massal

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 21:13 WIB
DUKUNG PERUMAHAN: Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah dan BRI menghadiri akad massal KPR Sejahtera FLPP dan Kredit Program Perumahan di Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. BRI
DUKUNG PERUMAHAN: Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah dan BRI menghadiri akad massal KPR Sejahtera FLPP dan Kredit Program Perumahan di Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. BRI

BATANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mempertegas komitmennya mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penguatan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha sektor perumahan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan sinergi pemerintah, perbankan, pengembang, dan dunia usaha menjadi kunci mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.

"Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated. Yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif," ujar Prabowo.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, sebagai bagian dari Danantara, BRI terus memperluas akses pembiayaan sektor perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah maupun pengembang.

Menurut Hery, dukungan tersebut tidak hanya melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tetapi juga pembiayaan kepada pengembang lewat Kredit Program Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

"BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62 ribu peserta FLPP secara nasional.

Pada kesempatan yang sama, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur, terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar kepada 227 debitur dan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur.

Secara kumulatif, sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, penyaluran KPP BRI telah mencapai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima.

Khusus periode Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi pembiayaan tercatat Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima, atau 91,18 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp12 triliun.

Selain mendukung sektor perumahan, BRI juga terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sejak 2015 hingga Juni 2026, total KUR yang disalurkan mencapai Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima.

Sementara sepanjang Januari–Juni 2026, realisasi KUR mencapai Rp103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.

"Pada 2025 penyaluran rumah subsidi mencapai 278 ribu unit, tertinggi sepanjang sejarah," ujarnya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
kredit program perumahan Program 3 Juta Rumah kpr flpp bri