BRI Peduli Revitalisasi Posyandu Matahari Sleman, Perkuat Layanan 1.000 HPK

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:24 WIB
PERKUAT 1.000 HPK: BRI Peduli merevitalisasi Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.
PERKUAT 1.000 HPK: BRI Peduli merevitalisasi Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

Jawa Pos Radar Madiun – Seribu hari pertama kehidupan menjadi periode krusial menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Berangkat dari hal tersebut, BRI Peduli memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui revitalisasi Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari Program Desa Brilian 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Posyandu yang berada di Dusun Kaliurang Barat itu diresmikan Selasa (4/8).

Program menyasar peningkatan kualitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Di saat bersamaan, penguatan Posyandu diarahkan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, intervensi yang dilakukan tidak berhenti pada pembenahan fasilitas fisik. Penguatan sumber daya manusia turut menjadi perhatian.

Kapasitas kader Posyandu ditingkatkan agar mampu memberikan pelayanan dan pendampingan yang lebih optimal.

Pemanfaatan teknologi juga didorong untuk mendukung kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Program tersebut dilengkapi edukasi kesehatan dan gizi serta pemberian makanan tambahan (PMT).

Tujuannya memastikan kebutuhan nutrisi ibu dan anak mendapat perhatian sejak periode awal kehidupan.

Aspek ketahanan pangan masyarakat juga disentuh. Salah satunya melalui budidaya ikan yang diharapkan menyediakan sumber protein sekaligus memperkuat kemandirian pangan warga.

’’Kami berharap Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat,’’ ujar Dhanny.

Menurut dia, intervensi pada 1.000 HPK merupakan investasi penting bagi tumbuh kembang anak.

Karena itu, keberlanjutan layanan membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Desa Hargobinangun Amin Sarjito menyambut positif revitalisasi Posyandu Matahari.

Peningkatan fasilitas diharapkan membuat masyarakat semakin nyaman sekaligus aktif memanfaatkan layanan kesehatan.

’’Program ini membuat layanan Posyandu menjadi lebih baik dan nyaman. Kami berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan Posyandu demi kesehatan ibu dan anak,’’ katanya.

Hargobinangun sebelumnya masuk 40 besar Desa Brilian 2023.

Desa yang berada di lereng Gunung Merapi tersebut memiliki potensi pengembangan di sektor pariwisata, pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat. (*)

Editor : Hengky Ristanto
posyandu matahari 1.000 HPK pencegahan stunting sleman BRI peduli