Jawa Pos Radar Madiun – Rengginang, jamur, hingga tempe tak lagi sekadar pangan keseharian.
Di tangan NOMNOM, bahan lokal tersebut diolah menjadi camilan modern yang kini membuka jalan menuju pasar internasional.
Peluang ekspor semakin dekat setelah NOMNOM mengikuti pameran internasional di Singapura yang difasilitasi BRI.
Produk mereka mendapat respons positif dan kini memasuki tahap akhir negosiasi dengan calon buyer di Negeri Singa.
NOMNOM dirintis Erwin Jogisaputra pada 2016. Sejak awal, dia membawa gagasan mengolah kekayaan pangan lokal menjadi camilan sehat bernilai tambah dan berdaya saing global.
Rengginang panggang menjadi produk awal. Inovasi kemudian berkembang saat pandemi Covid-19 ketika Erwin melihat petani jamur lokal kesulitan memasarkan hasil panen.
Persoalan tersebut melahirkan Super Shrooms, camilan jamur panggang bebas gluten dan lemak trans dengan kandungan sekitar 100 kalori per kemasan.
Inovasi berlanjut pada 2025 melalui Tempe Bites. Camilan berbahan tempe itu dikembangkan untuk menyasar konsumen dengan gaya hidup aktif.
Perjalanan membesarkan NOMNOM bukan tanpa hambatan. Erwin sempat menghadapi keterbatasan distribusi, tantangan memperluas pasar, hingga dinamika membangun tim.
’’Saya dulu memiliki kendala, seperti keterbatasan distribusi, perluasan pasar, hingga dinamika dalam membangun tim dan mengembangkan organisasi,’’ kenangnya.
Erwin menjadi nasabah BRI sejak 2018. Mulanya, layanan perbankan dimanfaatkan untuk menunjang transaksi dan operasional bisnis.
Seiring perkembangan usaha, dia kemudian mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM BRI.
Salah satunya Pengusaha Muda BRILian. Program tersebut memberikan pembekalan pengembangan bisnis hingga membawa NOMNOM masuk Top 3 Pengusaha Muda BRILian.
’’Kami belajar melihat bisnis dari perspektif yang berbeda. Tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun brand yang memiliki nilai, memahami kebutuhan pasar, serta menyiapkan bisnis agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,’’ ujar Erwin.
Peluang NOMNOM menembus pasar global semakin terbuka ketika BRI memfasilitasi keikutsertaan mereka dalam pameran internasional di Singapura.
Ajang tersebut dimanfaatkan untuk menguji penerimaan pasar sekaligus membangun jaringan dengan calon mitra bisnis. Hasilnya, produk NOMNOM berhasil menarik perhatian calon buyer.
’’Produk NOMNOM berhasil menarik perhatian calon buyer di Singapura dan saat ini kami telah memasuki tahap negosiasi akhir. Kami berharap proses ini dapat segera terealisasi sehingga produk pangan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas,’’ ungkapnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perjalanan NOMNOM menunjukkan kualitas produk saja belum cukup untuk membawa UMKM bersaing secara global.
Kemampuan beradaptasi, inovasi, pendampingan, serta akses pasar juga menjadi faktor penting.
Karena itu, BRI mengintegrasikan pembiayaan, pendampingan, digitalisasi hingga business matching dalam ekosistem pemberdayaan UMKM.
’’Kami terus memperkuat ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pembiayaan, pendampingan, digitalisasi, hingga business matching agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar global,’’ ujarnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto