Jawa Pos Radar Madiun – BRI bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui program TJSL BRI Peduli, bantuan darurat diprioritaskan untuk wilayah Maumere dan Mbay.
Gempa yang terjadi Sabtu (15/8) dan diikuti serangkaian gempa susulan hingga Minggu (16/8) mengakibatkan kerusakan bangunan dan korban jiwa.
Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak pun menjadi salah satu prioritas.
BRI Peduli menyalurkan ratusan paket bantuan berupa makanan siap saji, makanan ringan, air mineral, minyak goreng, beras, hingga obat-obatan.
Bantuan disalurkan langsung oleh Relawan BRI Peduli melalui unit kerja BRI terdekat.
Penyaluran difokuskan ke sejumlah kawasan terdampak, khususnya Maumere, Kabupaten Sikka, dan Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, BRI sebagai bagian dari Danantara berupaya hadir dalam penanganan bencana sekaligus membangun koordinasi dengan berbagai pihak.
’’BRI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. BRI Peduli juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan,’’ ujarnya.
Menurut Dhanny, bantuan bakal disalurkan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana.
’’Kami pastikan BRI senantiasa proaktif dan bergerak cepat dalam menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana di seluruh Indonesia,’’ tegasnya.
Selain menyalurkan bantuan, BRI melakukan asesmen terhadap kondisi kantor dan fasilitas operasional di kawasan terdampak.
Pengamanan aset turut dilakukan dengan tetap menempatkan keselamatan nasabah dan pekerja sebagai prioritas.
Langkah mitigasi juga disiapkan untuk menjaga akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
Nasabah masih dapat memanfaatkan layanan digital BRImo maupun jaringan BRILink Agen.
’’BRI terus memantau kondisi seluruh unit kerja di wilayah terdampak dan akan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan,’’ jelas Dhanny.
Pemulihan layanan akan dilakukan secepatnya dengan mempertimbangkan situasi pascagempa serta arahan pemerintah dan otoritas terkait. (*)
Editor : Hengky Ristanto