HUT ke-81 RI, BRI Pertegas Komitmen ke UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 20:24 WIB
EKONOMI KERAKYATAN: BRI memperkuat pemberdayaan UMKM dengan portofolio kredit mencapai sekitar Rp1.235 triliun hingga akhir triwulan II 2026. (Dok. BRI)
EKONOMI KERAKYATAN: BRI memperkuat pemberdayaan UMKM dengan portofolio kredit mencapai sekitar Rp1.235 triliun hingga akhir triwulan II 2026. (Dok. BRI)

Jawa Pos Radar Madiun – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mempertegas fokus pada ekonomi kerakyatan.

Hingga akhir triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.235 triliun atau 75,2 persen dari total kredit perseroan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan pelaku usaha.

Komitmen itu kembali ditegaskan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, penguatan ekonomi rakyat merupakan salah satu fondasi untuk mendorong pertumbuhan sekaligus pemerataan kesejahteraan.

Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 RI, ’’Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’’.

’’Kami percaya bahwa kedaulatan dan kemajuan Indonesia berawal dari ekonomi rakyat. Dalam konteks ekonomi kerakyatan, BRI hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra yang proaktif mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat, utamanya melalui pemberdayaan UMKM,’’ terang Hery.

Selain kredit UMKM, hingga akhir Juni 2026 BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur.

Penyaluran KUR didominasi sektor produktif. Sektor pertanian mengambil porsi 42,68 persen, disusul perdagangan sebesar 32,34 persen.

BRI juga memperluas jangkauan layanan hingga pelosok. Hingga Juni, perseroan memiliki lebih dari 7 ribu jaringan kantor serta 1,13 juta BRILink Agen yang menjangkau lebih dari 60.753 desa.

Sepanjang semester I 2026, jaringan agen tersebut melayani lebih dari 501 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp841 triliun. Layanan itu turut ditopang sekitar 19 ribu ATM dan CRM.

Untuk menjangkau kawasan kepulauan, BRI mengoperasikan layanan perbankan terapung Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu, Bahtera Seva II di Halmahera Selatan, Bahtera Seva III di Kepulauan Anambas, serta Nera Seva di Labuan Bajo.

Transformasi digital menjadi pilar lain dalam memperluas akses layanan. Hingga Juni 2026, Super App BRImo telah digunakan 49,7 juta pengguna.

Jumlah transaksi finansial melalui BRImo mencapai 3,32 miliar dengan volume transaksi Rp4.166 triliun.

Pemberdayaan ekonomi desa juga diperkuat melalui program Desa BRILiaN yang telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa.

Sementara program KlasterkuHidupku mencakup lebih dari 43.337 klaster usaha.

BRI juga mengembangkan platform LinkUMKM yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku usaha.

Sedangkan 54 Rumah BUMN telah menggelar lebih dari 18 ribu pelatihan dengan sekitar 596 ribu UMKM terdaftar.

Di segmen akar rumput, BRI Group bersama Pegadaian dan PNM terus mengembangkan Holding Ultra Mikro. Salah satu fokusnya adalah pengembangan ekosistem emas.

Kelolaan ekosistem tersebut kini mencapai 153 ton melalui deposito emas, gadai, tabungan dan cicilan emas, hingga bullion trading.

’’Holding Ultra Mikro terbukti tidak hanya untuk memperluas akses pembiayaan, tetapi juga membantu masyarakat membangun aset,’’ kata Hery.

Kontribusi BRI turut menyasar sektor perumahan. Hingga Juni 2026, penyaluran KPR subsidi mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Sebanyak 97 persen di antaranya menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sekitar 131 ribu penerima manfaat telah dijangkau melalui skema tersebut. Khusus sepanjang 2026, realisasi FLPP mencapai 19.075 unit atau 32,8 persen dari target 60 ribu unit.

Kontribusi BRI kepada negara melalui pajak dan dividen juga berlanjut. Dalam tiga bulan pertama 2026, setoran BRI secara konsolidasian mencapai Rp19,1 triliun, terdiri atas pajak Rp8,1 triliun dan dividen tahun berjalan Rp11 triliun.

Kontribusi serupa tercatat Rp50,5 triliun pada 2023, kemudian meningkat menjadi Rp57,6 triliun pada 2024 dan mencapai Rp55,8 triliun sepanjang 2025.

Tak hanya di dalam negeri, layanan BRI turut menjangkau pekerja migran Indonesia (PMI).

Hingga Juni 2026, sekitar 1,4 juta PMI telah memanfaatkan layanan remitansi BRI untuk mengirimkan penghasilan kepada keluarga di Indonesia.

Layanan tersebut diperkuat melalui BRI Taipei Branch Office. Pada pertengahan 2026, perseroan juga meluncurkan BRImo Taiwan untuk memperluas akses layanan digital bagi WNI di Taiwan.

Hery menegaskan, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI sebagai bagian dari Danantara untuk memperluas manfaat ekonomi.

Cakupannya mulai akses pembiayaan, pemberdayaan UMKM dan desa, kepemilikan rumah dan aset, hingga pelayanan masyarakat Indonesia di luar negeri. (*)

Editor : Hengky Ristanto
ekonomi kerakyatan kredit UMKM BRI KUR BRI bri