Jawa Pos Radar Madiun – BRI Group memperkuat ekosistem emas nasional melalui Holding Ultra Mikro (UMi).
Hingga kini, kelolaan ekosistem emas BRI Group melalui Pegadaian telah mencapai 153 ton dengan beragam produk dan layanan.
Penguatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan Bank Emas Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8), menekankan pentingnya memastikan emas Indonesia tidak hanya ditambang di dalam negeri.
Komoditas tersebut juga diharapkan dapat disimpan dan diperdagangkan di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.
Melalui Holding Ultra Mikro, BRI bersama Pegadaian dan PNM terus membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi.
Khusus emas, kelolaan sebesar 153 ton tersebut mencakup deposito emas, gadai emas, tabungan emas, cicilan emas, pinjaman modal kerja emas, bullion trading, hingga jasa titipan emas korporasi.
Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan, besarnya kelolaan tersebut sekaligus menunjukkan potensi pengembangan ekosistem emas nasional yang masih terbuka lebar.
’’Melalui Holding Ultra Mikro, BRI bersama Pegadaian terus memperkuat ekosistem emas agar semakin terintegrasi, inklusif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat maupun perekonomian nasional,’’ ujarnya.
Menurut Hery, pengembangan ekosistem emas menjadi salah satu fase lanjutan transformasi Holding UMi.
Hampir lima tahun sejak BRI, Pegadaian, dan PNM diintegrasikan, orientasi Holding UMi tidak lagi sebatas memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat di segmen mikro dan ultra mikro.
Ekosistem tersebut juga diarahkan untuk membantu masyarakat membangun aset.
Prosesnya dimulai dari mendapatkan akses layanan keuangan, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, hingga mengakumulasi kekayaan.
’’Holding Ultra Mikro terbukti tidak hanya untuk memperluas akses pembiayaan, tetapi juga membantu masyarakat membangun aset,’’ kata Hery.
Ke depan, BRI Group bakal melanjutkan integrasi layanan dan memperkuat inovasi.
Langkah tersebut diharapkan membuat emas semakin berperan dalam mendorong inklusi sekaligus pendalaman sektor keuangan nasional.
Penguatan Bank Emas Indonesia juga membuka peluang agar potensi emas nasional dapat dikelola dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi.
’’Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola dalam ekosistem yang terintegrasi sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,’’ pungkas Hery.
Editor : Hengky Ristanto