KUR BRI Tembus Rp 103,81 Triliun, Dorong UMKM Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:51 WIB
PEMBIAYAAN UMKM: Penyaluran KUR BRI mencapai Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur sepanjang semester I 2026.
PEMBIAYAAN UMKM: Penyaluran KUR BRI mencapai Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur sepanjang semester I 2026.

Jawa Pos Radar Madiun – KUR BRI terus menjadi salah satu motor pembiayaan usaha mikro dan kecil.

Hingga semester I 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur.

Dampaknya dinilai tak berhenti pada tambahan modal.

Penyaluran KUR juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, mendorong UMKM naik kelas, sekaligus memperluas literasi keuangan masyarakat hingga pelosok.

Ekonom Senior sekaligus Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menilai KUR menjadi instrumen penting dalam menopang ekonomi kerakyatan.

Terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang membutuhkan akses pembiayaan formal.

’’KUR ini sangat dibutuhkan untuk pelaku-pelaku ekonomi yang masuk kategori skala mikro dan kecil. Karena KUR itu fasilitas kredit untuk dunia usaha yang range-nya paling kecil mungkin Rp10 juta, paling besar Rp500 juta,’’ ujarnya.

Dari total KUR BRI Rp103,81 triliun yang disalurkan sepanjang semester I 2026, porsi terbesar mengalir ke sektor produktif.

Sektor pertanian menyerap 42,68 persen penyaluran, disusul perdagangan sebesar 32,34 persen.

Selain itu, sebanyak 487 ribu debitur tercatat berhasil naik kelas atau mengalami graduasi.

Menurut Ryan, capaian tersebut menunjukkan kemampuan BRI menjangkau pelaku usaha hingga daerah.

Jaringan yang luas menjadi salah satu kekuatan bank tersebut dalam menjalankan program pembiayaan pemerintah.

’’Dari waktu ke waktu, volume penyaluran KUR BRI terus meningkat. Itu memberikan indikasi kuat bahwa BRI mampu dan berhasil mendukung program pemerintah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR,’’ katanya.

Ryan menilai dampak pembiayaan turut menjalar terhadap penyerapan tenaga kerja.

Ketika memperoleh tambahan modal dan kapasitas usaha berkembang, UMKM naik kelas sekaligus berpeluang membutuhkan pekerja baru.

’’Dampak KUR ke lapangan kerja itu sangat riil. Misalnya mendapat KUR Rp25 juta untuk renovasi tempat menjadi restoran atau kafe. Ketika semakin ramai, mulai merekrut tukang cuci piring, pelayan sampai kasir. Itulah job creation,’’ jelasnya.

Efek lainnya adalah peningkatan literasi keuangan. Penetrasi layanan BRI hingga pedesaan dinilai membuat masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh perbankan mulai mengenal produk keuangan formal.

Mulai menyimpan dana hingga mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

’’Prestasi BRI bukan sekadar menyalurkan KUR, tetapi secara langsung atau tidak langsung juga mendorong edukasi sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap keuangan,’’ ungkap Ryan.

Ryan menambahkan, penyaluran KUR juga berada dalam mekanisme pengawasan perbankan.

Pengawasan dilakukan melalui audit internal, fungsi kepatuhan dan manajemen risiko hingga pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Editor : Hengky Ristanto
UMKM Naik Kelas penciptaan lapangan kerja KUR BRI