BRI Bekali PMI Taiwan Skill Wirausaha, dari Kuliner hingga Tata Rias

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:58 WIB
NAIK KELAS: PMI di Taiwan mengikuti pelatihan keterampilan melalui program BRI Peduli sebagai bekal mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia.
NAIK KELAS: PMI di Taiwan mengikuti pelatihan keterampilan melalui program BRI Peduli sebagai bekal mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia.

Jawa Pos Radar Madiun – Pulang ke Indonesia dengan tabungan saja belum cukup.

BRI Peduli ingin para PMI Taiwan juga membawa keterampilan yang dapat menjadi modal membuka usaha dan membangun sumber penghidupan baru selepas bekerja di luar negeri.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities.

Puluhan pekerja migran Indonesia mendapat pembekalan keterampilan praktis, mulai kuliner hingga tata rias.

Rangkaian pertama bertajuk PMI Entrepreneur Connect digelar di Keelung City, Taiwan, Sabtu (22/8).

Sehari kemudian, peserta mengikuti Beautypreneur Empowerment Workshop.

Dalam PMI Entrepreneur Connect, peserta tak hanya duduk mendengarkan materi.

Mereka turun langsung mempraktikkan cara mengolah masakan Taiwan bersama instruktur.

Materinya mencakup pengenalan bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian.

Pelatihan berlangsung di Deh Yu College of Nursing and Health serta Keelung District Fishermen’s Association.

Sifa, PMI asal Surabaya, melihat keterampilan tersebut memiliki nilai lebih.

Ilmu yang diperoleh selama di Taiwan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha PMI ketika kembali ke Tanah Air.

’’Kegiatan ini mendorong kami sebagai PMI untuk lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia,’’ ujarnya.

Peluang usaha lain dibuka melalui Beautypreneur Empowerment Workshop.

Mengusung konsep Beauty & Inclusivity, peserta mendapatkan demonstrasi sekaligus kesempatan praktik langsung.

Pelatihan dipandu beauty trainer profesional asal Indonesia yang berdomisili di Taiwan.

Keterampilan tersebut diharapkan tak berhenti pada kemampuan merias diri, tetapi dapat dikembangkan menjadi profesi maupun bisnis.

Sumarsih, PMI asal Solo, merasakan peluang tersebut. Menurut dia, keterampilan tata rias dapat menjadi bekal baru ketika masa kerjanya di luar negeri berakhir.

’’Semoga keterampilan yang didapat bisa menjadi bekal meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta membuka peluang usaha,’’ katanya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perseroan memiliki roadmap pemberdayaan PMI secara berkelanjutan.

Pendampingan tidak hanya menyentuh layanan keuangan, tetapi juga literasi finansial dan pengembangan keterampilan kewirausahaan.

BRI mendorong pendapatan dan remitansi PMI dikelola secara lebih produktif.

Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, melainkan juga membangun tabungan, investasi, aset, hingga menyiapkan modal usaha.

Dengan skema tersebut, hasil kerja bertahun-tahun di luar negeri diharapkan dapat menjadi fondasi ekonomi ketika PMI kembali ke kampung halaman.

’’BRI ingin memastikan apabila selesai bekerja di luar negeri, PMI tidak hanya sekadar pulang ke Indonesia, tetapi pulang dengan kehidupan yang lebih sejahtera,’’ tegas Dhanny.

Editor : Hengky Ristanto
pemberdayaan PMI usaha PMI PMI Taiwan BRI peduli