Tak Cuma BRImo Taiwan, BRI Bekali 120 PMI Keterampilan Usaha

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:11 WIB
BERDAYA: BRI membekali 120 PMI Taiwan dengan keterampilan praktis dan kewirausahaan sebagai modal membangun usaha setelah kembali ke Indonesia.
BERDAYA: BRI membekali 120 PMI Taiwan dengan keterampilan praktis dan kewirausahaan sebagai modal membangun usaha setelah kembali ke Indonesia.

TAIWAN – Bekerja di negeri orang diharapkan tak berakhir hanya dengan membawa pulang tabungan.

BRI mendorong PMI Taiwan memiliki bekal lebih panjang: kemampuan mengelola keuangan, keterampilan praktis, hingga modal membangun usaha ketika kembali ke Indonesia.

Upaya tersebut menyasar 120 Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pelatihan kewirausahaan.

Di sisi finansial, konektivitas pekerja migran dengan Indonesia diperkuat melalui peluncuran BRImo Taiwan di New Taipei City Hall, Minggu (23/8).

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, layanan tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas finansial diaspora Indonesia dengan keluarga di tanah air.

’’Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial diaspora di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan finansial di Indonesia,’’ ujarnya.

Potensi layanan finansial bagi diaspora Indonesia di Taiwan terbilang besar. Mengacu data KDEI yang digunakan BRI, terdapat sekitar 360 ribu PMI di Taiwan.

Setahun sejak kehadiran BRI Taipei Branch, total asetnya telah menembus US$ 408 juta.

Sementara transaksi remitansi PMI Taiwan–Indonesia melalui BRI hingga akhir Juli 2026 mencapai sekitar US$ 490 juta dengan lebih dari 3.400 rekening terlayani.

Data Bank Indonesia juga mencatat remitansi PMI dari Taiwan mencapai US$ 2,97 miliar sepanjang 2025.

Nilainya lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021 yang tercatat US$ 1,37 miliar.

BRI mendorong penghasilan pekerja migran tidak seluruhnya habis untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagian diharapkan dapat dikelola menjadi tabungan, investasi, aset, hingga modal usaha.

Perjalanan Sri Purwanti menjadi salah satu contohnya. Nasabah BRI asal Cilacap tersebut telah belasan tahun bekerja sebagai PMI di Taiwan.

Disiplin menyisihkan penghasilan membuat Sri perlahan mengumpulkan modal. Dia kemudian merintis Kedai Sri Rahayu di Zhongzheng District, Taipei.

’’Saya bertekad menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan,’’ tutur Sri.

Perjalanan tersebut menunjukkan hasil bekerja di luar negeri dapat dikembangkan menjadi modal membangun sumber penghasilan baru.

Pendampingan tidak berhenti pada layanan finansial. Melalui BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities, sebanyak 120 PMI mendapatkan pelatihan keterampilan praktis.

Peserta mengikuti PMI Entrepreneur Connect, Sabtu (22/8). Mereka belajar mengolah masakan Taiwan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha ketika kembali ke Indonesia.

Sehari kemudian, Beautypreneur Empowerment Workshop memberikan demonstrasi sekaligus praktik tata rias. Keterampilan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru.

Sifa, PMI asal Surabaya, menilai pelatihan memberikan perspektif baru mengenai peluang ekonomi setelah masa bekerja di Taiwan berakhir.

’’Saya berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air,’’ ungkapnya.

Dhanny berharap PMI kelak tidak hanya membawa pulang hasil jerih payah selama bekerja di luar negeri.

Keterampilan dan kemampuan berwirausaha juga diharapkan menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi.

’’PMI diharapkan kembali dengan keterampilan, aset, dan kemampuan berwirausaha yang lebih kuat sehingga dapat memperkuat perekonomian dan menciptakan lapangan kerja,’’ pungkasnya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
remitansi PMI BRImo Taiwan pelatihan kewirausahaan PMI Taiwan