Rp 1.235 Triliun Kredit BRI Mengalir ke UMKM Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemberdayaan Jangkau 17,3

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:20 WIB
PEMBERDAYAAN UMKM: Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto memaparkan komitmen perseroan memperkuat ekonomi kerakyatan.
PEMBERDAYAAN UMKM: Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto memaparkan komitmen perseroan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Jawa Pos Radar Madiun – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga akhir triwulan II 2026, kredit UMKM BRI mencapai Rp 1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Besarnya penyaluran kredit tersebut menegaskan posisi UMKM sebagai core business BRI. Ekspansi bisnis ke berbagai segmen tetap berjalan dengan menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu fondasi pertumbuhan perseroan.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada akses pembiayaan. BRI juga menjalankan berbagai program pemberdayaan dari tingkat desa hingga pelaku usaha secara individu.

’’Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu,’’ ujar Aquarius dalam paparan kinerja keuangan BRI triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8).

Salah satunya melalui Desa BRILiaN yang hingga Juni 2026 telah menjangkau lebih dari 5.700 desa. Program tersebut diarahkan untuk membantu desa mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaannya.

Sementara itu, Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Jangkauan pemberdayaan semakin luas melalui LinkUMKM yang telah menyentuh sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

BRI juga mencatat sekitar 596 ribu pelaku usaha telah bergabung dalam ekosistem Rumah BUMN hingga Juni 2026. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan mendorong UMKM meningkatkan kapasitas dan naik kelas.

’’Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,’’ kata Aquarius.

Penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan dan pemberdayaan UMKM berjalan beriringan dengan pertumbuhan kinerja BRI Group. Hingga triwulan II 2026, total aset BRI mencapai Rp 2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy.

Pada periode yang sama, penyaluran kredit BRI Group meningkat 16,2 persen menjadi Rp 1.646 triliun. Sedangkan laba bersih konsolidasian mencapai Rp 31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen yoy.

Editor : Hengky Ristanto
ekonomi kerakyatan LinkUMKM kredit UMKM BRI Desa BRILiaN